KKP Luncurkan Alat Bantu, Monitoring Kapal Perikanan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Nasional

KKP Luncurkan Alat Bantu, Monitoring Kapal Perikanan

Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja

KENDARIPOS.CO.ID — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan alat bantu monitoring kapal ikan berupa vessel monitoring aid (VMA) di Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (BPPP) Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (22/8).
Alat bantu ini dikembangkan dengan hasil kerja sama rancang bangun antara Balai Besar Penangkapan Ikan (BBPI) Semarang, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap (DJPT) KKP, dan PT. Unggul Cipta Teknologi (UCT).

VMA memadukan teknologi Global Positioning System (GPS) dan radio komunikasi. Alat ini akan dipasang di kapal penangkap ikan dengan bobot dibawah 30 Gross Ton (GT). Alat ini akan secara bertahap diperbantukan pada seluruh armada kapal nelayan berukuran antara 5 sampai 30 GT yang berjumlah 65.253 unit di seluruh Indonesia.

Dirjen Perikanan Tangkap Sjarief Widjaja mengatakan, VMA bekerja berbasis gelombang radio. Alat ini secara berkala akan mengirimkan data posisi, arah/baringan dan kecepatan kapal, serta data hasil tangkapan.” Tujuannya untuk memantau, mengendalikan dan mengawasi armada kapal perikanan serta berkemampuan untuk mengisi logbook perikanan secara elektronik,” kata Sjarief. Selain itu, VMA yang dipasang di kapal perikanan berfungsi sebagai alat bantu navigasi, GPS, realtime online positioning, Electronic Fishing Logbook, mengirimkan sistress signal SOS (dalam satu jaringan) dan Layanan pesan singkat (dalam satu jaringan).

Sjarief menuturkan fungsi-fungsi utama dari teknologi VMA ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan nelayan untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan nelayan saat mereka melaut. Bahkan teknologi ini mampu memberikan kemudahan bagi nelayan untuk menentukan adaerah tangkapan (fishing ground) sampai dengan kemampuan untuk menandai titik-titik arah pelayaran.
Sementara itu, fitur realtime online positioning berguna bagi pemerintah untuk memantau, dan mengendalikan. Pengawasan dilakukan sejak nelayan di darat hingga kembali ke darat. Menurut Sjarief, Pemerintah dapat melakukan tindakan preemptive (pencegahan) sebelum terjadi pelanggaran.

“Alat ini akan memudahkan untuk memantau keluar masuknya kapal, mengawasi fishing ground, kalau ada keadaan darurat, distress call bisa diterima oleh seluruh penggunan VMA,” katanya.  VMA yang dipasang di kapal akan terdiri dari alat pemancar dan penerima sinyal monitor untuk navigasi dan peta laut. Selain itu, di masing-masing pelabuhan juga akan dibangun stasiun kontrol yang bisa memantau sampai 200 armada pengguna VMA secara bersamaan. (tau)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top