Gantung Diri di Kebun, Warga Muna Ditemukan Sudah Membusuk – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Gantung Diri di Kebun, Warga Muna Ditemukan Sudah Membusuk

Korban saat dievakuasi. Foto : Muh Ery/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Warga Kelurahan Palangga Kecamatan Katobu, Muna digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki yang menggantung digubuk kebun warga. Selasa (22/8), warga menemukan jasad La Ono bin La Awo (35) telah menghitam. Sebagian tubuhnya digerogoti ulat dan baunya menyengat. Diperkirakan, La Ono meninggal dunia sejak pekan lalu.

Mayat La Ono itu pertama kali diketahui Syarifuddin Baso, saat hendak ke kebunnya sekira pukul 14.00 wita. Dalam perjalanan ke kebun, Syarifuddin mencium aroma tak sedap. “Saya penasaran dan mencari sumber bau. Saya lihat, ada kaki yang menggantung. Akhirnya saya pulang beritahu teman untuk pastikan itu. Ternyata manusia,” ujar Syarifuddin Baso dilokasi kejadian, Selasa (22/8).

Warga pun berbondong-bondong ke lokasi kejadian. Di tempat kejadian perkara, jasad La Ono menggantung tanpa mengenakan baju. Bagian bawah hanya ditutupi celana pendek hitam dan memakai sepatu boot. Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi penemuan mayat itu merupakan kebun milik bibi korban.

Salah seorang kerabat korban, Ari Mesta menuturkan Selasa lalu ia bersama La Ono sedang menyelesaikan masalah di Desa Laloea Kecamatan Tongkuno (kampung lama). Ia terlibat perselingkuhan dengan perempuan yang masih berstatus istri orang. Berdasarkan kesepakatan dengan pemerintah setempat, La Ono harus meninggalkan kampung. “Sanksinya harus meninggalkan kampung. Perkaranya telah selesai. Tapi saya sudah tidak tahu ke mana La Ano ini. Pergi juga tidak pamit. Saya dengar kabar dia ke Kolaka, ada juga katanya dirumah adenya, waktu selasa lalu. Pas saya dengar dia sudah meninggal,” ujar Ari Mesta.

Jasad La Ono sudah dievakuasi dan pihak keluarga menolak dilakukan otopsi karena akan segera dimakamkan. Sementara polisi hanya melakukan visum. “Awalnya terima laporan dari warga. Kalau kelanjutannya tergantung keputusan keluarganya,” kata Ipda Sotti Padulli Kepala SPK Polres Muna. (ery/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top