Tertangkap Tangan Selundupkan PCC ke Lapas, Oknum Mahasiswa di Kendari Hanya Wajib Lapor – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tertangkap Tangan Selundupkan PCC ke Lapas, Oknum Mahasiswa di Kendari Hanya Wajib Lapor

Petugas Lapas Kendari menunjukkan barang bukti obat terlarang jenis PCC alias mumbul dan oknum mahasiswa penyelundup mumbul ke Lapas, Faisal Hidayat (tengah, kaos hitam) beberapa waktu lalu. Foto : Dok/ KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Faisal Hidayat tertangkap tangan saat menyelundupkan obat terlarang jenis PCC (Puger Clinic Center) atau mumbul dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Rabu (9/8) lalu. Meski tertangkap tangan, pelaku yang berstatus mahasiswa itu hanya dikenakan wajib lapor oleh Satresnarkoba Polres Kendari. Begitu pula pria yang memesan mumbul, Firman yang berstatus warga binaan Lapas.

Status wajib lapor kedua pelaku itu dibenarkan Kapolres Kendari, AKBP Jemi Junaidi beberapa waktu lalu. Faisal yang statusnya bukan warga binaan sudah menjalani pemeriksaan, sedangkan Firman tetap diproses. AKBP Jemi Junaidi mengatakan kedua pelaku dikenakan undang-undang kesehatan, karena PCC merupakan obat yang masuk dalam kategori golongan G dan jenis psikotropika. “Kami kenakan wajib lapor saja. Tapi tetap diproses kok,” kata AKBP Jemi Junaidi.

Sebelumnya Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sultra, H. Muslim mengatakan kepada warga binaan yang memesan obat-obatan terlarang tersebut dinyatakan melanggar aturan main dalam Lapas. Untuk itu, sanksi tidak mendapatkan remisi akan diberikan kepada Firman atau pengurusan lain seperti pembebasan bersyarat (PB) atau cuti menjelang bebas (CMB). “Warga binaan yang melanggar memang harus dikenakan sanksi,” kata Muslim beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, Faisal Hidayat diminta rekannya Firman, warga binaan Lapas kela II A Kendari untuk menyelundupkan mumbul di Lapas Kendari, Rabu (9/8) lalu. Sebanyak 100 butir mumbul disembunyikan dalam nasi kotak dan diselundupkan melalui jendela ruangan pejabat Lapas dimana Firman sedang menjalani kurve. Disana, Firman sudah menunggu. Sayangnya, belum lagi mumbul itu diterima Firman, Kepala Seksi Bimbingan Napi dan Anak Didik Lapas Kendari lebih dulu memergoki kedua pelaku. Saat itu, pihak Lapas telah melakukan tes urine. Hasilnya, urine Faisal positif mengandung narkoba jenis sabu, dan urine Firman negatif. Namun anehnya Faisal hanya dikenakan wajib lapor. Bahkan Faisal mengaku sudah tiga kali menyelundupkan obat terlarang ke Lapas. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top