Stok Terbatas, Masyarakat Diminta Aktif Donor Darah – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Stok Terbatas, Masyarakat Diminta Aktif Donor Darah

Salah seorang warga saat melakukan donor darah di Kota Kendari. Dok/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — Ketersediaan darah untuk menyuplai kebutuhan masyarakat (pasien) selalu menjadi PR (pekerjaan rumah) yang menahun bagi Palang Merah Indonesia (PMI). Tak terkecuali PMI Sultra, khususnya Unit Transfusi Darah (UTD) sebagai lembaga penyedia itu. Sebagai bank darah, UTD PMI Sultra kerap memiliki stok darah yang terbatas. Hanya 700 kantong per bulan, dibawah kebutuhan ideal sebanyak 1.200 kantong. Secara nasional, PMI sedang mengalami kekurangan 1,1 juta kantong darah kebutuhan dari 4 juta jiwa lebih yang membutuhkan darah.

UTD PMI Sultra menyebutkan, minimnya ketersediaan darah disebabkan kurangnya partisipasi masyarakat sebagai pendonor. Selama ini, UTD hanya mengandalkan peran instansi swasta sebagai penyuplai stok darah. Hal itu dikatakan dr. H Ansar Sangka, MM, Direktur UTD PMI Sultra, kemarin. Menurutnya, masyarakat perlu berperan aktif mendonorkan darahnya untuk keperluan suplai darah. Sebab kebutuhan darah selalu tidak terduga, sehingga diperlukan ketersediaan yang memadai. “Kita hanya 700 sampai 800 kantong darah sebulan, padahal idealnya 1.200 kantong. Ini yang menjadi kekhawatiran kita, sewaktu-waktu permintaan darah meningkat,” ujar Ansar Sangka, Senin (21/8).

Untuk mengatasi kekurangan stok darah itu, UTD PMI Sultra mengandalkan kegiatan donor darah yang diselenggarakan pihak swasta ataupun organisasi tertentu. Itu pun, kata Ansar Sangka, sifatnya hanya sekali dalam setahun atau pada momen ulang tahun instansi terkait. “Kalau ada kegiatan, itu yang kami maksimalkan. Sedangkan pendonor yang aktif ke sini (UTD) hanya empat sampai lima orang sehari,” jelasnya.

Disisi lain, pihaknya juga memiliki keterbatasan dana jika menggelar aksi donor darah. Ansar Sangka sudah berupaya membangun kerja sama dan kemitraan dengan pihak swasta maupun pemerintah, hanya saja minim tanggapan. “Misalnya perusahaan punya Corporate Social Responsibility (CSR), mungkin bisa membantu kinerja UTD. Bukan saja kami yang terbantu, pasien juga tertolong,” tukasnya.

Situasi itu cukup dilematis sebab, stok darah terbatas sementara permintaan darah dari rumah sakit terbilang cukup tinggi. Hampir seribu kantong darah dalam sebulan. Kondisi demikian, kadang ditaktisi dengan mencari pendonor dadakan, paling sering dari keluarga pasien. “Kalau tidak begitu, bahaya. Taruhannya nyawa,” ungkap Ansar Sangka.

Untuk periode Agustus ini, stok darah yang ada mencapai 665 kantong. Sebanyak 133 masih dalam masa karantina (sterilisasi) dan 84 kantong darah siap pakai. Sisanya sudah tersalurkan kepada yang membutuhkan. “Itu terhitung dari tanggal 1 sampai 21 Agustus. Bulan ini lumayan banyak, karena banyak kegiatan donor terkait HUT RI,” jelasnya.

Ansar Sangka berharap, instasi pemerintah mau berkontribusi aktif sebagai pendonor. Diperlukan kerja sama dengan UTD untuk mendorong aparatur sipil negara aktif mendonorkan darahnya. “Karena kita berbicara nyawa manusia. Sekali saja stok darah kosong, bisa melayang nyawa pasien,” tutupnya. (m1/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top