Manusia Makhluk Bermain, Oleh: Prof Dr Abdullah Alhadza MA – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kolom

Manusia Makhluk Bermain, Oleh: Prof Dr Abdullah Alhadza MA

KENDARIPOS.CO.ID — “Manusia adalah makhluk bermain”. Bukankah kita ini lahir dari hasil sebuah permainan? Yaitu permainan romantis dari kedua orang tua kita. Lalu nongollah kita ke dunia ini tanpa pernah kita bermohon untuk itu! Begitu orasi seorang teman yang suka bercanda. Adalah Johan Huizinga (1938), budayawan Belanda yang mengkaji hal ini secara ilmiah, lalu mengemukakan sebuah teori “homo ludens” (makhluk bermain). Teori tersebut kemudian menginspirasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) untuk selanjutnya mewarnai sejarah peradaban dunia hingga saat ini.

Para pengrajin menangkap Teori Huizinga dengan menciptakan berbagai jenis mainan (toys). Olahragawan dan seniman terinspirasi, lalu mereka menggagas berbagai permainan (games) yang terkait dengan olah raga, olah rasa dan olah rasio. Dari sinilah muncul permainan seperti: sepakbola, bulu tangkis, tenis meja, catur, bridge, pantomim, tarian, teater, dan sebagainya.

Kaum pendidik ikut terinspirasi, maka mereka berkreasi menciptakan media dan metode pembelajaran dalam bentuk mainan dan permainan. Tentu dalam kerangka sistem pembelajaran learning by playing (belajar melalui permainan atau bermain sambil belajar). Para ekonom tak mau kalah. Mereka menyambutnya dengan membangun industri mainan yang atraktif. Kemudian berhasil menyedot belanja keluarga dalam porsi yang lumayan besar. Tidak cuma itu, sekarang ini jenis permainan dan kualitas alat mainan pun tampaknya telah menjadi indikator strata sosial seseorang, suatu keluarga, bahkan telah jadi indikator kemajuan dan peradaban suatu bangsa.

Dalam perkembangan selanjutnya, permainan yang tadinya berfungsi sebagai sarana hiburan atau rekreasi dan pendidikan atau edukasi, tidak jarang menimbulkan keributan dan kerusuhan. Kasus pelemparan pemain oleh penonton, kasus perkelahian antara fans, kasus supporter dari team tertentu yang merusak gelanggang permainan dan fasilitas umum lantaran kesal jagoannya kalah, adalah sedikit di antara sekian banyak kasus yang pernah terjadi di dunia permainan. Bahkan tidak sedikit pula konflik antarbangsa dan antarnegara berakhir dengan permusuhan dan dendam yang tak berujung hanya karena bermula dari sebuah permainan.

Jauh sebelumnya Huizinga mempublikasi pendapatnya, di dalam Alqura’an Surah Muhammad: 32, telah dijelaskan “Innamal hayatud dunya La’ibun wa lahwun” yang artinya, sesungguhnya kehidupan dunia ini adalah permainan dan main-main (senda gurau). Ayat ini selain menjelaskan bahwa kehidupan dunia ini sekadar permainan, juga menegaskan perbedaan antara permainan dengan main-main. Permainan adalah suatu aktivitas yang memiliki aturan dan mempunyai tujuan, sedangkan main-main adalah perbuatan yang tanpa aturan dan tanpa tujuan.

Ternyata semua aspek kehidupan tak ada yang luput dari aktivitas permainan dan perilaku main-main. Permainan dapat melahirkan peradaban tetapi main-main bisa berujung pada kehancuran. Bagimanapun juga manusia sebagai homo ludens, butuh permainan yang rekreatif dan edukatif. Namun jika aktor dari setiap permainan tidak tunduk kepada aturan dan tidak fokus kepada tujuan akhir dari sebuah permainan maka jadilah sebuah permainan sekadar main-main yang kontra produktif dan berbuah kekacauan. Untuk itu simaklah kalimat berikut: Permainan hendaknya jangan dimain-mainkan supaya jangan menjadi permainannya permainan. Permainan hendaknya tidak dipersungguh karena kesungguhan permainan ada di dalam ketidaksungguhannya. Bermainlah dengan bahagia tetapi jangan mempermainkan kebahagiaan. (Driyarkara, dalam bukunya: Filsafat Bermain). (*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top