Fakta Baru Terkuak, Bunga Deposito Penyelewengan DAK Muna Rp 40 Miliar – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Fakta Baru Terkuak, Bunga Deposito Penyelewengan DAK Muna Rp 40 Miliar

KENDARIPOS.CO.ID — Pengusutan dugaan penyelewengan dana alokasi khusus (DAK) 2015 terus dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna. Terbaru, lembaga yang dinakhodai Badrut Tamam itu menemukan, jumlah bunga deposito yang diduga dinikmati “orang-orang tertentu” sebelumnya Rp 32 miliar, setelah dihitung ulang ternyata jumlahnya membengkak jadi Rp 40 miliar. Jaksa menduga dana sebanyak itu diselewengkan berjamaah.

Untuk menguak siapa “orang-orang tertentu” itu, jaksa di Kejari Muna bakal kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang dianggap mengetahui aliran dana tersebut. Sejumlah bendahara pengelola DAK kala itu sudah diperiksa, seperti bendahara koperasi, bendahara Dinas Pemuda dan Olahraga, bendahara sekretariat Pemkab Muna serta bendahara BPKAD. Rencananya, hari ini (22/8), giliran bendahara Pemkab Muna, La Ganiru bakal diperiksa. “Kami akan periksa besok (hari ini,red) terkait deposito di tiga bank,” ujar Badrut Tamam, Senin (21/8).

Badrut menduga, deposito dari tiga bank dikelola di sekretariat Pemkab Muna, dan dinikmati oleh pihak-pihak tertentu. Makanya, untuk menjerat tersangkanya, terus dilakukan pendalaman. “Berdasarkan fakta-fakta yang ada, bunga deposito mencapai Rp 40 miliar dan itu tidak diketahui ke mana aliran dana tersebut,” jelasnya.

Sepanjang perjalanan pemeriksaan DAK, tepatnya sejak November 2016, kasus ini menggegerkan sejumlah birokrat yang terlibat dalam pusaran tata kelola anggaran mencapai Rp 310 miliar tersebut. Dalam perjalanannya, satu demi satu bukti-bukti terkuak. Sejumlah kalangan menilai tak ada kejanggalan dalam tata pengelolaannya. Namun, sejak ekspos kasus di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, ada dua indikasi yang ditemukan. Pertama, penyelewengan keuangan berujung pada deposito serta pengerjaan sejumlah proyek yang tidak tuntas namun duitnya cair 100 persen.

Alat bukti inilah oleh jaksa menaikkan status dari penyelidikan ke penyidikan. Hanya, berubahnya status tersebut, tak serta merta ditetapkan tersangkanya. Alat bukti yang dimiliki jaksa saat ini, dianggap belum kuat. Untuk itu, pemeriksaan sejumlah saksi terus diintensifkan. Alhasil, sejak awal penyidikan, muncul berbagai fakta-fakta baru. Tentu, bukti yang ada bakal menguatkan lagi. Siapa mereka yang masuk dalam bidikan jaksa, publik masih dalam penantian menunggu drama penyidikan DAK 2015 ini. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top