Kasus DAK Muna, Jaksa Temukan Banyak Bukti Baru – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Kasus DAK Muna, Jaksa Temukan Banyak Bukti Baru

KENDARIPOS.CO.ID — Dugaan mega korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun 2015 masih terus diupayakan jaksa untuk diungkap misterinya. Siapa para tersangka penikmat duit miliaran rupiah itu, masih terus diselidiki. Meski, jaksa telah mengantongi sejumlah bukti dalam penyelewengan pengelolaan DAK yang merugikan keuangan negara, namun masih sulit membongkar dan menjerat tersangkanya.

Usaha mengungkap misteri perkara ini lewat serangkaian pemeriksaan terhadap para kontraktor yang mengerjakan proyek yang anggarannya diambil dari DAK Muna, tak serta merta menyelesaikan masalah. Apalagi beberapa rekanan tak memenuhi panggilan jaksa. Itu artinya, jaksa di Muna masih dibuat kerepotan dalam menangani perkara ini.

Kendati demikian, belasan kontraktor juga telah menjalani pemeriksaan. Hal itu tentu sebagai pintu masuk menambah alat bukti yang telah dikantongi anak buah HM Prasetyo. Diperkuat lagi, dengan statemen Kajari Muna Badrut Tamam bahwa, dalam jangka waktu satu bulan sejak awal pemeriksaan rekanan, bakal dilakukan ekspos menentukan calon tersangkanya. “Satu bulan kita targetkan,” kata Kajari Muna, Badrut Tamam, kepada Kendari Pos.

Ada hal menarik dalam penyidikan kasus DAK ini. Selain dalam pemeriksaan rekanan yang mulai menguap, bahwa sengkarut DAK Muna memang bermasalah, juga ditemukan fakta-fakta baru. Mulai dari pemalsuan tandatangan saat lelang proyek, pengerjaan insfrastruktur yang tak beres. Serta keterlibatan oknum-oknum berduit dalam mengendalikan langsung proyek pengaspalan jalan.

Selain itu, bunga deposito uang yang mencapai Rp 32 miliar yang tak jelas dikemanakan. Tentu, ini sebagai pintu masuk dalam menjerat tersangkanya. Selain itu, pekan depan bakal dilanjutkan kembali pemeriksaan dengan agenda pemanggilan terhadap sejumlah pejabat teras. Soal siapa para pejabat ini, jaksa memilih menutup kabarnya rapat-rapat. “Unsur birokrat tetap akan diperiksa juga,” terang Badrut Tamam lagi.

Hingga saat ini jadwal pemeriksaan terhadap rekanan belum teragenda. Pasalnya, masih berkaitan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 72. Untuk itu, pemeriksaan akan dilanjutlan pekan depan. “Tidak ada pemeriksaan. Nanti minggu depan lagi,” ujar Ati salah satu pegawai Kejari Muna.

Hingga saat ini, publik masih menanti misteri atas kejelasan kasus DAK 2015. Apakah, anggaran Rp 310 miliar yang dikelola Pemkab Muna kala itu, murni ada yang janggal atau malah dihentikan. Jawabannya, jaksa tetap optimis mengungkap kasus ini.

Untuk diketahui, naiknya status DAK Muna ke penyidikan, ditemukan adanya penyelewengan keuangan serta pengerjaan sejumlah paket yang tak selesai, namun duitnya cair 100 persen. Dalam perjalanan penyidikan, fakta-fakta baru terkuak. Mulai dari deposito uang yang tak masuk dalam APBD, pengerjaan proyek amburadul, pemalsuan tandatangan dalam lelang proyek, pimpinan CV tak terlibat, serta yang menjalankan proyek orang-orang berduit. (ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top