Cukai Rokok Kembali Naik, Pemerintah Ajak Bicara Industri – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Nasional

Cukai Rokok Kembali Naik, Pemerintah Ajak Bicara Industri

KENDARPOS.CO.ID — Pada 30 September 2016, pemerintah mengumumkan kenaikan cukai rokok rata-rata 10,54 persen. Kenaikan cukai hasil tembakau itu resmi berlaku awal 2017. Tahun depan pemerintah kembali berencana menaikkan tarif cukai rokok. Dirjen Bea dan Cukai Kemenkeu Heru Pambudi menuturkan, pemerintah akan berbicara lebih dulu dengan kedua pihak.

“Pertama, yang berkepentingan dengan industri, termasuk petani. Satu pihak lainnya yang terkait dengan kesehatan,’’ katanya di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Jumat (18/8). Namun, Heru belum bersedia mengungkapkan besaran kenaikan tarif cukai hasil tembakau untuk tahun depan. Dia hanya menegaskan bahwa kenaikan cukai mempertimbangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tahun ini. Jika mempertimbangkan dua faktor tersebut, diperkirakan kenaikannya sekitar 9 persen. “Yang jelas sudah masuk dalam target penerimaan cukai tahun depan, tapi belum didetailkan secara teknis,’’ ujarnya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara menambahkan, kenaikan tarif cukai hasil tembakau dibahas pada akhir tahun. Aturan kenaikan cukai rokok itu juga akan dituangkan dalam peraturan menteri keuangan (PMK). Meski begitu, pihaknya menegaskan bahwa pemerintah tetap mengkaji lebih dalam kenaikan tarif cukai rokok tersebut.

“Struktur industrinya kan ada yang besar, menengah, dan kecil. Jadi, kami akan mengkajinya cukup dalam supaya bisa mendapatkan tingkat tarif yang pas dengan melihat kondisi industri dan target penerimaan cukai,” ujarnya kemarin. Dalam RAPBN 2018, pemerintah menargetkan penerimaan bea dan cukai Rp 155,2 triliun.

Jumlah itu naik tipis 1,3 persen jika dibandingkan dengan target dalam APBN Perubahan (APBNP) 2017. Target tersebut terdiri atas penerimaan cukai hasil tembakau Rp 148,23 triliun, cukai etil alkohol Rp 170 miliar, dan cukai minuman yang mengandung etil alkohol (MMEA) Rp 6,5 triliun.

Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) berpandangan bahwa kenaikan cukai rokok bakal berdampak pada seluruh mata rantai industri tembakau nasional seperti petani, pekerja, pabrikan, pedagang, dan konsumen. Koordinator Media Center AMTI Hananto Wibisono menyatakan, saat ini lebih dari 6 juta rakyat Indonesia menggantungkan penghidupannya pada industri tembakau.

“Perinciannya, sekitar 2 juta petani tembakau dan pekerjanya; 1,5 juta petani cengkih dan pekerjanya; 600.000 tenaga kerja pabrikan rokok; dan 2 juta pedagang,’’ ungkapnya. Hananto menambahkan, kenaikan cukai tembakau juga akan menumbuhkan rokok ilegal. Dengan tingkat cukai saat ini, perdagangan rokok ilegal mencapai 11,7 persen dari produksi nasional. ’’Hal iu tentu kontraproduktif dengan upaya pengendalian konsumsi rokok, peningkatan penerimaan negara, dan perlindungan tenaga kerja,’’ ujarnya. (ken/car/c22/sof)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top