Rp 8 M Untuk Tuntaskan Pasar Dawidawi di Kolaka – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Kolaka

Rp 8 M Untuk Tuntaskan Pasar Dawidawi di Kolaka

ZULFADLY NUR/KENDARI POS
Pembangunan Pasar Baru Dawidawi yang dilakukan sejak 2016 lalu ternyata belum cukup menampung pedagang. Tahun ini pemerintah kembali membangun sejumlah lods.

KENDARIPOS.CO.ID — Pembangunan Pasar Baru Dawidawi di kawasan By Pass Kolaka pada tahun 2016 lalu ternyata belum cukup menampung pedagang lama. Akibatnya pedagang yang sebelumnya berjualan di Pasar Lama tak dapat direlokasi ke tempat baru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka pemerintah kabupaten (Pemkab) Kolaka melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kembali menambah bangunan baru.

Kabid Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kolaka, Kamal Arif mengatakan, pembangunan Pasar Baru sebelumnya hanya dapat menampung sekitar 200 pedagang. Agar 500 pedagang yang berjualan di Pasar Lama dapat direlokasi, maka pihaknya mendirikan dua bangunan.

“Total anggaran pembangunan dua bangunan tersebut senilai Rp 8 miliar. Satu bangunan bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) senilai Rp 2,4 miliar dan satu lainnya senilai Rp 5,75 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN),” jelasnya, jumat(18/8). Arif menuturkan, pengerjaan Pasar Baru yang menggunakan APBD saat ini sedang berlangsung. Sedangkan, bangunan yang menggunakan APBN baru akan dimulai September mendatang. “Karena tiang pancangnya dipesan langsung dari Makassar,” ujarnya.

Arif berharap, dengan tuntasnya pengerjaan kedua bangunan tersebut, maka seluruh pedagang yang berjualan di Pasar Lama dapat segera dipindahkan. Sehingga perekonomian masyarakat Kecamatan Pomalaa, khususnya Kelurahan Dawidawi dapat berjalan lancar. (c/fad)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top