Hanya Rusak Lingkungan, Bupati Butur Tolak Investor Tambang – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Utara

Hanya Rusak Lingkungan, Bupati Butur Tolak Investor Tambang

KENDARIPOS.CO.ID — Kekayaan alam di Kabupaten Buton Utara (Butur) cukup melimpah. Meski begitu, hingga kini belum ada satu perusahaan pun tambang yang masuk menanamkan modalnya untuk mengeksplorasi sumber daya tersebut. Bupati Butur, Abu Hasan mengaku, ia tak akan kompromi dan bersikukuh tidak mengeluarkan izin usaha pertambangan jika berpotensi memicu terjadinya kerusakan lingkungan dan bencana. Mantan Karo Humas Pemprov Sultra itu menegaskan, beroperasinya perusahaan tambang hanya akan membawa dampak kerusakan pada sebuah wilayah.

Butur-1 tersebut berjanji, selama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati, Ramadio, ia akan menolak jika ada perusahaan tambang hendak masuk mengeruk kekayaan alam di otoritanya.

“Diawal, hadirnya perusahaan tambang memang akan mendorong pembangunan daerah pada berbagai sektor. Namun dalam kurun waktu lima hingga 10 tahun, yang terlihat hanya dampak kerusakan lingkungan. Butur kaya dengan tambang minyak, aspal dan emas. Jika ingin kaya sejak dulu, maka izin usaha pertambangan sudah saya keluarkan. Namun saya berpikir jangka panjang terkait masa depan daerah ini. Tentunya, saya tak ingin Butur seperti daerah lain. Habis dikeruk kekayaan alamnya, lalu ditinggalkan,” ujar Abu Hasan.

Mantan Kadis Pemuda dan Olahraga Butur ini tak menampik, tawaran investor masuk untuk menanamkan modal cukup banyak, namun ditolak. Abu Hasan juga meminta warga agar tak memperjualbelikan tanahnya dengan harga murah pada investor yang hendak menguasai lahan mereka. “Penyesalannya datang belakangan. Saya tak ingin orang luar datang mengeruk kekayaan di Butur. Sedangkan orang pribumi hanya sebagai buruh dan penonton saja. Lahan-lahan yang luasnya ribuan hektar itu lebih baik dimanfaatkan untuk pertanian organik yang nilai jualnya cukup tinggi,” sambung Abu Hasan.

Ketua KONI Butur ini menambahkan, ia bukannya alergi dengan kehadiran perusahaan tambang. Namun Abu Hasan berkomitmen, usai menjalankan amanah sebagai kepala daerah, maka tak ingin meninggalkan masalah pada generasi selanjutnya. “Mata pencarian mayoritas warga Butur itu sebagai nelayan dan petani. Pemerintah terus mendorong agar mendapat bantuan dana pembukaan lahan,” tandasnya. (b/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top