PAD Menurun, APBD Defisit, Anggaran SKPD di Sultra Dipangkas – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Sulawesi Tenggara

PAD Menurun, APBD Defisit, Anggaran SKPD di Sultra Dipangkas

Wagub Saleh Lasata

KENDARIPOS.CO.ID — Draf Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Pemprov Sultra akan segera diserahkan ke DPRD Sultra. Draf tersebut seyogyanya diserahkan awal Agustus lalu, namun Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) harus beberapa kali melakukan penyesuaian anggaran berdasarkan hasil asistensi SKPD dan pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU).

Plt. Gubernur Sultra Saleh Lasata membenarkan kondisi tersebut. Disebutkannya, APBD Perubahan tahun 2017 ini mengalami defisit sekitar Rp 75 miliar. “DAU kita kembali dipotong lebih dari Rp 38 miliar, kemudian PAD kita juga menurun,” katanya. Diakuinya Pemda tidak bisa berbuat banyak untuk mengakomodir usulan-usulan dari SKPD. Justru, beberapa SKPD harus rela anggarannya dipangkas. “Yang kita anggap tidak terlalu mendesak dan wajib seperti dana hibab, misalnya kegiatan KASAL Cup bulan depan itu terpaksa kita kasih setengah saja,” tambahnya.

Menurutnya, semua pihak harus memahami kalau kondisi keuangan negara belum cukup stabil. Sehingga Ia meminta semuanya ikut memaksimalkan anggaran yang ada saja. Meski begitu tetap ada beberapa item pekerjaan yang masih bisa diupayakan masuk. Itupun juga tetap menunggu restu dari DPRD dalam pembahasan bersama nantinya. “Itu jalan Masjid Al Alam harus kita aspal,” sambungnya.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sultra Hj. Isma juga mengungkapkan hal senada. Hanya saja dia memastikan defisit anggaran itu tidak terlalu berpengaruh signifikan pada program pembangunan. “Kalau dibilang rugi yah kita rugi, karena 75 miliar itu lumayan kalau dipakai membangun, tapi sudah konsekuensinya seperti itu. Tapi saya bilang kita masih aman,” jelasnya.

Dia mengatakan selain pemotongan DAU, terjadi penyusutan PAD hingga 37 miliar dari target 700 miliar lebih. PAD itu tak mencapai target karena menurunnya pendapatan dari sektor pajak kendaraan. Hanya saja terkait program mana saja yang mendapat imbas dari defisitnya anggaran itu, Isma tak menyebutkan. Soal data dan angka-angka itu menurutnya tak bisa ditebak-tebak. “Kalau angkanya kecuali saya buka laptop lagi di kantor, nanti tunggu hasilnya saja saat pembahasan,” lanjutnya. (ely)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top