Polres Kolut Amankan BBM dan Tabung Gas Ilegal Asal Luwu Timur – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Polres Kolut Amankan BBM dan Tabung Gas Ilegal Asal Luwu Timur

Kanit II Sat Reskrim Polres Kolut, Aipda Muh Asri memperlihatkan barang bukti hasil tangkapannya dalam kendaraan yang diamankan di Mapolres Kolut. Foto : Muh Rusli/Kendari Pos.

KENDARIPOS.CO.ID — RH (40), Warga Luwu Timur (Lutim) Sulawesi Selatan (Sulsel) digelandang ke sel jajaran Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polisi Resort (Polres) Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra). RH tertangkap tangan memasok bahan bakar minyak (BBM) dan gas di jalan Trans Sulawesi Kecamatan Pakue untuk didagangkan. Pelaku ditahan lantaran tidak mengantongi ijin niaga maupun transportir (pengangkutan) sebagaimana ketentuan perundang-undangan.

Kasat Reskrim Polres Kolut, AKP Mohammad Salman SIK di ruang kerjanya Rabu (16/8), merinci BBM yang diamankan Selasa (15/8/2017) berupa solar sebanyak 300 liter (L) disimpan pada sepuluh jerigen, pertalite 110 L pada lima jerigen serta tabung gas 3 kilo gram (kg) sebanyak 95 buah. “Sudah lama memasok dan baru tertangkap,” ujarnya, kepada Kendari Pos, Rabu (16/8/2017).

Salman mengungkapkan, tersangka ditangkap secara kebetulan ketika jajaran Satreskrim sedang berpatroli mengincar dugaan judi sabung ayam yang dilaporkan warga. Saat itu RH yang secara tiba-tiba melintas mengemudi roda empat Suzuki Carry pick up hitam bernomor polisi (nopol) DP 8704 EA mengundang kecurigaan petugas. “Baknya tertutup terpal. Anggota curiga dan menahannya untuk dicek. Setelah diketahui isi muatannya dicek asal muasalnya serta surat-suratnya tetapi tidak ada maka langsung ditahan,” bebernya.

Salman meluruskan, masyarakat perlu mengetahui benang merahnya terkait undang-undang migas apalagi hal tersebut berkenan dengan pasok-memasok BBM maupun gas lintas provinsi. Begitu juga dengan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) tidak diperbolehkan melakukan transaksi demikian tanpa mengantongi ijin niaga, pengangkutan maupun penampungan. “Saya jelaskan ini karena banyak bumdes yang tanyakan aturannya. Apalagi barang bersubsidi itu ancamannya lebih berat,” tegasnya. RH saat ini terjerat UU Migas Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas. Ia dikenakan Pasal 55 Subsider 53 dengan ancaman penjara tiga tahun. (rusli)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top