Pasar Modal, Investasi Paling Aman – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Pasar Modal, Investasi Paling Aman

Wa Ode Sitti Febriani/Kendari Pos
Kompetisi Stocklab yang diikuti member LC-OJK, sebagai upaya pengenalan pasar modal melalui games yang dikemas menarik.

KENDARIPOS.OC.ID — Pada awal September, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal menggelar sekolah pasar modal bagi mahasiswa, khususnya member Learning Center (LC). Mahasiswa sengaja disasar agar ilmu tentang pasar modal lebih cepat sampai ke masyarakat luas. Disini terlihat jelas dukungan penuh yang ditunjukkan lembaga pengawas industri jasa keuangan tersebut.

Kepala OJK Sultra, Widodo berharap agar pasar modal semakin diminati masyarakat. Maraknya investasi bodong beberapa waktu lalu wajib dijadikan pelajaran karena untuk berinvestasi sehat harus dengan restu lembaga pengawas resmi, dalam hal ini OJK. “Diharapkan semakin banyak mahasiswa dan generasi Sultra yang mengenal pasar modal, sehingga penyebaran ke masyarakat bisa lebih cepat,” harapnya.

Widodo berpesan, masyarakat harus lebih cerdas dan terus memperkaya informasi cara berinvestasi paling aman karena dengan begitu kemungkinan tertipu akan lebih mudah dihindari. Sejatinya tidak ada investasi tanpa risiko, namun satu hal terpenting adalah meminimalisasi risiko demi menghindari kerugian besar. Menurutnya, ciri investasi bodong yang paling menonjol adalah janji pengembalian hasil yang tidak masuk akal dengan jaminan tanpa risiko.

“Biasanya sebulan bunganya bisa sampai 10 persen atau lebih. Pertanyaannya, itu diputar dimana. Kok 1 bulan bisa hasilkan 10 persen. Pasti tipu-tipu,” tegasnya.

Selain itu, perekrutan anggota baru yang terus menerus dengan testimoni palsu, selain janji kemudahan menarik kembali aset yang diinvestasikan. Dan yang paling utama adalah tidak memiliki izin dari OJK untuk mengelola keuangan.

Sekali lagi ia menegaskan, berinvestasi modal di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah pilihan aman. Sedang dari sisi OJK dan pemerintah, ini juga penting untuk membantu pembiayaan pembangunan. Namun, berdasarkan hasil survei OJK, tingkat pemahaman masyarakat Sultra terhadap pasar modal masih terbilang rendah. Makanya, perlu aksi mengedukasi secara masif.

Menurut Kepala Kantor Perwakilan BEI Sultra, Epha Karunia Titasari, sejauh ini telah ada 1.280 investor yang tersebar di seluruh kabupaten/kota dan yang paling banyak di Kabupaten Kolaka dengan jumlah investor mencapai 530an orang yang didominasi oleh karyawan dan pelaku usaha. “Ini jadi indikasi baik yang menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat untuk berinvestasi secara sehat mulai tumbuh,” ungkapnya.

Tahun ini, BEI Sultra menargetkan 476 investor dan sudah tercapai 48,6 persen per bulan Juli atau ada sekira 230 peserta baru. Demi memacu jumlah pemilik rekening saham, dalam waktu dekat akan masuk beberapa sekuritas baru. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top