Merdeka atau Mati, Oleh : Irwan Zainuddin – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolom

Merdeka atau Mati, Oleh : Irwan Zainuddin

KENDARIPOS.CO.ID — Pekik ini akan terasa gemanya pada masa perjuangan merebut kemerdekaan. Gelora perjuangan bangkit merebut kemerdekaan dengan semangat merdeka atau mati. Kita rela mengorbankan jiwa dan raga untuk tegaknya ibu pertiwi. Bangsa Indonesia telah lepas dari cengkraman penjajah. Deklarasi founding father bangsa Indonesia Soekarno-Hatta, 17 Agustus 1945, Indonesia menyatakan kemerdekaan.

Usia kemerdekaan bangsa Indonesia memasuki 72 tahun. Pergerakan bangsa sudah teruji selama ini melewati berbagai rintangan. Setelah menyatakan kemerdekaan, rongrongan dari dalam dan luar silih berganti mewarnai perjalanan bangsa ini. Tapi hari ini masih tetap tegak berdiri sebagai bangsa yang berdaulat.

Semangat “merdeka atau mati” mungkin sudah tidak lagi kita dengar gemanya, tapi semangatnya masih tersimpan dalam sanubari bangsa ini. Semangat ini harus digelorakan dalam gerakan baru generasi muda saat ini. Era kemerdekaan telah diwariskan para pejuang kepada generasi sekarang. Bangsa ini lahir karena bersatunya kaum muda terpelajar, merancang perjuangan di bawah tekanan penjajah.

Generasi muda era 1908, era 1928 dan era 1945, semangat mereka adalah merdeka atau mati. Era 1945 – 1949 dengan semangat mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali penjajah. Semangat negeri ini adalah merdeka… merdeka… merdeka… Era 1950 dan era 1960 adalah era pergolakan bangsa, mendapat rongrongan dari dalam negeri yang ingin memecah bangsa dan mengganggu keutuhan NKRI.

Era orde baru telah melahirkan semangat mengisi kemerdekaan dengan pembangunan di segala sektor. Dilanjutkan dengan era reformasi untuk membawa perubahan yang lebih baik. Dunia semakin maju. Bangsa kita dalah bangsa yang besar dan terhormat. Kalau dulu generasi muda merancang Indonesia di bilik 3×4 meter dengan tekanan hidup atau mati, mampu menjadikan Indonesia merdeka.

Terus, generasi sekarang, di era yang semakin maju. Tidak ada lagi diskriminasi pendidikan. Tidak ada lagi ancaman hidup atau mati. Tidak ada lagi keterbelakangan. Tidak ada lagi pembatasan kebebasan. Apakah generasi sekarang tidak bisa merancang dan menyatukan semangat “merdeka atau mati” dalam semangat membangun Indonesia menjadi yang sejajar dan bahkan melebihi kemajuan negara lain?

Merdeka atau Mati! Tapi sekarang sudah merdeka bung. Isi kemerdekaan bangsa ini dengan kebaikan dan jadikan semangat itu tetap menyala untuk Indonesia lebih baik. Selamat memeriahkan hari kemerdekaan….(irwanzainuddin@gmail.com)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top