Kukuhkan Lembaga Adat Muna, Rusman Emba: Spirit Lakilaponto Harus Hidup Kembali – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Muna

Kukuhkan Lembaga Adat Muna, Rusman Emba: Spirit Lakilaponto Harus Hidup Kembali

MUHAMMAD ERY/KENDARI POS
Bupati Muna, Rusman Emba (tengah, pakai tutup kepala merah) berfoto bersama pengurus lembaga adat Muna yang dikukuhkan. Rusman meminta agar lembaga ini menghidupkan kembali spirit Raja Lakilaponto

KENDARIPOS.CO.ID — Dulu, tanah Muna sangat sakral. Areal kediaman raja menjadi wilayah yang sangat dihormati. Yang boleh menunggang kuda hanya para pejabat tinggi. Begitu mendekati istana, penunggang kuda pun harus turun, lalu berjalan kaki. Budaya dan tata krama tingkat tinggi itu adalah potret sepenggal sejarah Kerajaan Muna di masa lampau.

Daerah ini pernah sangat terkenal saat sistem pemerintahan dipegang Lakilaponto sebagai Raja Muna VII (1538- 1541). Kala ia memerintah, mulailah dibangun pusat kerajaan. Pembuatan benteng yang mengelilingi kota yang dulu bernama Wuna itu merupakan prestasi besar yang dihasilkan pemerintahan raja tersebut. Lakilaponto adalah simbol kejayaan Muna di masa lalu.

Kini, saat zaman berevolusi, kerinduan akan kejayaan dan ketatakramaan itu muncul. Jati diri sebagai sebuah komunitas besar Muna dianggap sudah luntur digerus kemajuan peradaban. “Semangat para tokoh di zaman kerajaan dulu harus kita hidupkan lagi. Kita semua ingat bagaimana Raja Lakilaponto membumihanguskan La Bolontio, nilai-nilai patritisme itu harus bangkit kembali,” kata Rusman Emba, Bupati Muna.

Rusman menyampaikan penggalan kisah kejayaan Muna di masa silam itu dihadapan tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat Muna yang selasa (15/8) ia kukuhkan dalam sebuah institisi lokal bernama Lembaga Adat Muna. Dengan lantang ia menyemangati para tetua itu soal kebesaran Raja Muna. “Di tangan Lakilaponto, Muna penah menguasai Indonesai bagian timur. Makanya saya minta jadikanlah sosok Lakilaponto sebagai spirit kita. Kita dulu berjaya. Mudah-mudahan akan berjaya dimasa-masa akan datang,” ucapnya, dengan nada yang sangat emosional.

Lembaga adat yang dikukuhkan di aula Galampa ini beranggotakan 100 orang. Kata Rusman, kehadiran lembaga adat merupakan suatu keharusan. Presiden Joko Widodo pernah meminta agar suatu daerah yang memiliki sejarah kerajaan, harus dibentuk dua aspek. Pertama, aspek lembaga adat serta rumah adat. “Alhamdulillah, rumah adat di Muna sementara dikerjakan. Kita anggarkan Rp 5,7 miliar. Mudah mudahan cepat selesai,” kata mantan Ketua DPRD Sultra ini.

Untuk memperkaya referensi dalam menghidupkan kembali budaya Muna, lanjut Rusman, salah satunya pemerintah telah memprogramkan membangun peternakan kuda dengan jumlah awal 10 ekor. Ini akan menjadi simbol kedaerahan Muna di masa lalu hingga masa yang akan datang. “Lembaga ini terus melakukan kordinasi dengan kami. Kalau ada ide untuk melanjutkan budaya, hidupkan kembali. Insya Allah pemerintah siap dukung,” katanya lagi.

Ketua Lembaga Adat Muna, La Ode Sirat Imbo mengatakan, hal yang paling utama dilakukan yakni menata diri masing-masing. Mulai dari cara berpikir, berkata-kata sampai bertingkah laku. Ini semua telah diikat dalam aturan adat Muna. “Mulai hari ini, mawas diri berfikir dan bertindak sesuai hukum adat. Hanya ini yang terpenting. Kalau ada malasah-masalah lainnya, selebihnya diselesaikan dalam waktu dekat,” katanya.

Ia juga menyampaikan, dalam waktu dekat, lembaga adat Muna, segera melakukan pertemuan reguler, menata langkah selanjutnya. “Bupati telah memberikan restu untuk mengemban tugas tugas lembaga adat di muna.
Semoga hadirnya lembaga adat, menjadi cikal bakal menata daerah Muna,” singkatnya.

Untuk diketahui, operasional lembaga adat, dibebankan pada APBD Muna setiap tahunnya, melalui bagian kemasyarakatan Setda Muna dan perangkat lainnya. Keputusan ini berlaku saat ditetapkan. (ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top