Kabur ke Luar Negeri, Keberadaan Komisaris First Travel Tidak Diketahui – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Hukum & Kriminal

Kabur ke Luar Negeri, Keberadaan Komisaris First Travel Tidak Diketahui

KENDARIPOS.CO.ID — Polisi, tampaknya, harus bekerja keras untuk mengungkap aliran dana milik jamaah umrah First Travel. Selain Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan yang tidak kooperatif menjalani penyidikan, polisi mulai kehilangan jejak komisaris sekaligus manajer keuangan yang juga adik Anniesa, Kiki Hasibuan. Padahal, catatan penghimpunan uang jamaah berada di tangan Kiki.

Dengan belum terlacaknya Kiki, praktis harapan ribuan jamaah untuk segera mendapatkan kembali uang yang telah mereka setor ke First Travel menjadi tidak jelas. Kiki bahkan disebut-sebut telah melarikan diri ke luar negeri (LN) Pelapor sekaligus salah satu agen First Travel berinisial DH menyatakan, kemarin sejumlah agen intens melakukan pembicaraan terkait dengan kelanjutan kasus First Travel. Mereka berfokus pada pengembalian uang jamaah. Nah, dalam komunikasi tersebut, muncul informasi bahwa Kiki alias Siti Nuraidah telah kabur.

“Kami saling memberikan informasi agar kasus ini segera terungkap. Muncul dari agen hal itu,” ujarnya.

Kiki diduga kuat tidak hanya kabur ke luar kota, tetapi ke luar negeri. Dia pergi ke luar negeri pada hari yang sama dengan penangkapan dua kakaknya. “Setelah terlihat mobilnya di kantor di Depok pada hari yang sama dengan kakaknya ditangkap, dia kemungkinan (langsung) ke luar negeri,” tuturnya.

Sejumlah agen memiliki dugaan negara mana yang menjadi tujuan Kiki. Pertama, Inggris. Selama ini memang ada kantor cabang First Travel di negeri Britania Raya tersebut. “Memang sejak lama ada cabang di Inggris. Entah mengapa ada cabang di luar negeri semacam itu,” ungkapnya.

Dari situs First Travel, kantor cabang di Inggris beralamat di 7 Orchard Gate London NW96HU. Belum diketahui pasti apakah benar-benar ada cabang First Travel di Inggris atau sekadar klaim. “Kalau dari agen, memang ada cabang itu,” tuturnya.

Negara kedua yang mungkin menjadi tujuan kaburnya adik kandung Anniesa itu adalah Amerika Serikat (AS). Kiki memang beberapa kali mengaku berlibur ke negara tersebut. “Kalau ini agen yang menduga karena dia sering kesana,” terangnya kepada Jawa Pos kemarin (15/8).

Di tempat terpisah, Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto mengisyaratkan adanya tambahan tersangka dalam kasus yang merugikan jamaah hingga Rp 550 miliar tersebut. Menurut dia, penambahan tersangka bergantung sejauh mana keterlibatan mereka.

“Sejauh apa pengetahuannya terkait kasus ini. Kalau memang dia sudah mengetahui skenarionya yang salah, tentu bisa. Kalau hanya karyawan biasa tidak tahu benar, tidak akan menjadi tersangka,” jelasnya.

Sebelumnya, saat ditanya apakah calon tersangka itu adalah Kiki, Ari enggan memastikan. Dia hanya menjelaskan, semua yang terlibat pasti akan dimintai keterangan dan pertanggungjawaban. Seorang sumber mengungkapkan, polisi kini berfokus mengejar Kiki. Namun, dalam beberapa kali penggerebekan, Kiki tidak ditemukan.

Sementara itu, polisi menginventarisasi aset bergerak dan tidak bergerak milik Andika dan Anniesa. Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Herry Rudolf Nahak menyatakan, di antara tiga kantor First Travel, hanya satu yang benar-benar milik perusahaan bermasalah tersebut. Yakni, kantor di Depok. “Kantor itu akhirnya disita, namun akan dicek kembali kepemilikannya,” jelasnya.

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top