Empat Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Kendari – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
Zetizen Iklan Iklan 10 Iklan 23
Metro Kendari

Empat Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan di Kendari

Pihak Bea Cukai Kendari melakukan pemusnahan rokok ilegal secara simbolis, Selasa (15/8). Pemusnahan dilakukan bersama TNI, Polri dan instansi lainnya. Foto : ADWIN BARAKATI / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kendari (KPPBC-TMP C) Kendari memusnahkan sekira empat juta batang rokok ilegal. Jutaan rokok ilegal itu disita pihak bea cukai dari berbagai warung dan toko-toko. Kepala KPPBC-TMP C Kendari, Denny Benhard mengatakan rokok yang disita ini jelas berpotensi merugikan negara. Rokok ilegal itu disita dari Kota Kendari dan Kota Baubau yang masih berada dalam pengawasan KPPBC TMP C Kendari. Selain itu, ada pula rokok yang diamankan di bandara saat hendak masuk ke Sultra.

“Hal ini kami lakukan berkat kerja sama antara TNI, Polri dan penegak hukum lainnya,” ujar Denny di aula KPPBC TMP C Kendari pemusnahan dilakukan bersama TNI, Ditreskrimsus Polda Sultra, Polres Kendari, Selasa (15/8).

Rokok tanpa cukai itu dimusnahkan secara simbolis. Denny merinci jutaan rokok dimusnahkan adalah hasil penindakan bea cukai selama periode Januari hingga Juli 2017 yakni sekira 15 penindakan. Jumlah totalnya mencapai 1.167.760 batang rokok dengan potensi kerugian negara sekira Rp 430.639.600. Sedangkan hasil penindakan tahun 2016, sejumlah 2.737.540 batang rokok dengan potensi kerugian negara sekira Rp 1.314.019.200.
“Produk rokok ini dari dalam negeri. Barang-barang ini masuk ke Sultra tanpa cukai karena pangsa pasar rokok di Sultra cukup baik. Semakin banyak permintaan, maka semakin banyak yang masuk. Tapi, kami pihak bea cukai semaksimal mungkin menindak dan mengawasi,” ungkap Denny.

Denny menambahkan dari total empat juta batang rokok yang masuk tanpa cukai ini, total dapat berpotensi merugikan negara sekira Rp 1,7 miliar. Denny berharap dampak positif dari pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) peredaran bea kena cukai (BKC) rokok ilegal maka terjadi peningkatan penerimaan negara dari sektor cukai (revenue collector). Selain itu, secara psikologis para pelaku akan beralih pada usaha BKC rokok legal dengan membayar cukai. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top