Rampung 40 Persen, Sensus Ekonomi Lanjutan Sasar 23.942 Usaha di Sultra – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Rampung 40 Persen, Sensus Ekonomi Lanjutan Sasar 23.942 Usaha di Sultra

Surianti, Kabid Statistik Distribusi BPS Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Sebanyak 285.486 usaha terjaring dalam Sensus Ekonomi (SE) 2016 yang berlangsung mulai Mei-Juni tahun lalu. Kini, SE lanjutan kembali digelar dan 23.942 usaha ditetapkan sebagai objek, terdiri dari 21.584 usaha mikro kecil (UMK) dan 2.358 usaha menengah besar (UMB) yang tesebar di seluruh kabupaten/kota.

Kabid Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, Surianti Toar menjelaskan, dari 23.942 usaha yang disasar sebagian besarnya ada di Kota Kendari, Kota Baubau, Kabupaten Kolaka serta Kabupaten Konawe. Untuk itu, sebanyak 604 petugas lapangan dikerahkan melakukan sensus. Mereka terbagi atas 449 pencacah sampel (PCS) dan 155 pemeriksa sampel (PMS) yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

“Sebelumnya, tenaga lapangan sudah dilatih tentang teknik pengisian dokumen, lalu mereka turun langsung ke lapangan dengan membawa kuesioner yang akan ditanyakan ke perusahaan,” terangnya. Bagi UMK dan UMB, sambung Yanti (sapaan akrab), telah disediakan kuesioner yang berbeda karena informasi yang ingin diperoleh dari keduanya berbeda dan tentunya untuk UMB lebih rinci karena wajib memuat kewajiban yang harus mereka bayarkan, seperti pajak hingga angsuran kredit. Berbeda dengan UMK yang didominasi oleh usaha rumah tangga dengan sistem manajemen yang sederhana.

Selanjutnya data yang dikumpulkan oleh PCS bakal diperiksa oleh PMS. Dari situ, ada lagi tim penjaminan kualitas (PK) yang akan mendeteksi lebih awal tingkat kesalahan data lapangan dan tim ini diisi oleh personil BPS pusat maupun BPS Sultra. Berdasarkan jadwal nasional, SE lanjutan dilaksanakan selama 2 bulan yakni Agustus hingga September untuk pelaksanaan di lapangan. Disini, ada tahap kegiatan yang mencakup pertemuan antara PCS, PMS dan organik BPS sebanyak 3 kali di bulan Agustus, sedangkan untuk pertemuan antara PCS dan PMS dilakukan sebanyak 2 kali. “Tujuannya untuk melihat secara dini perkembangan pencacahan, termasuk kendala yang bakal didiskusikan sambil jalan di lapangan,” tambahnya.

Selanjutnya pada bulan September akan ada pertemuan antara PCS dan PMS untuk melihat hasil perbaikan SE tahap pertama agar SE lanjutan mendapatkan hasil terbaik, mengingat sifatnya pertanyaan yang lebih rinci. Sejauh ini, pelaksanaan di lapangan sudah rampung 40 persen.

Adapun BPS Sultra menargetkan pada tanggal 31 Agustus penggarapan UMK sudah harus rampung dan semua clear pada bulan September. Yang menjadi kendala adalah pihak yang paling kompeten untuk menjawab kuesioner kadang tidak berada di tempat sehingga PCS harus menunggu. Ia harap, petugas lapangan dapat diterima dengan baik dan para pengusaha berkenan meluangkan waktu untuk mengisi kuesioner yang juga memuat petunjuk pengisian. “Jangan sampai ditinggal dan sangat diharapkan pelaku usaha menerima petugas dengan sangat baik dan memberikan jawaban yang sesuai keadaan sebenarnya,” harapnya.

Dalam SE 2016 lalu telah didata jenis usaha, kategori, pendapatan hingga pengeluaran. Sedangkan dalam SE lanjutan sifatnya lebih rinci lagi. Selain jenis usaha bahkan tahun pendirian hingga usahanya tunggal ataukah punya jaringan, pengeluaran khusus dan umum, pendapatan dari usaha utama maupun sampingan, biaya operasional sampai ke pajak dan kredit perbankan pun wajib didata. Saat ditanya soal jadwal pengumuman hasil SE lanjutan, Yanti mengatakan bahwa secara nasional belum ada jadwal yang diturunkan. Namun ia harap, paling tidak pada akhir tahun sudah bisa diumumkan. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top