Pemda Busel Canangkan Kampung KB – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Buton Selatan

Pemda Busel Canangkan Kampung KB

KENDARIPOS.CO.ID — Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Buton Selatan (Busel) mulai mencanangkan program kampung Keluarga Berencana (KB). Ada tujuh desa yang dipilih sebagai pilot projet program ini, dengan alasan populasi penduduknya yang relatif padat dibanding desa-desa lain di Busel.

Pencanangan kampung KB tersebut dilakukan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretasi Kabupaten (Sekab) Busel, Kostantinus Bukide yang dipusatkan di Desa Bola Kecamatan Batauga. Kegiatan ini adalah upaya menimbulkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB. “Pencanangan kampung KB ini adalah tindak lanjut dari program nasional yang digemakan oleh pemerintah pusat. Sehingga harus kita dukung dalam rangka peningkatan kualitas hidup masyarakat,” kata Konstantinus Bukide saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya Senin (14/8).

Kampung KB di Busel dicanangkan di tujuh desa yaitu, Kecamatan Batauga di Desa Bola, Kecamatan Sampolawa di Desa Wawoange, Kecamatan Lapandewa di Desa Burangasi, Kecamatan Kadatua di desa Banabungi, Kecamatan Siompu Barat di Desa Mbunua, Kecamatan Siompu di Desa Karae dan Kecamatan Batua Atas di Desa Batu Atas Timur.

“Jadi, satu kecamatan terdapat satu kampung KB. Degan harapan agar masyarakat dapat mengikuti program KB di desa tersebut. Yang tujuanya untuk peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Busel itu.

Ia menambahkan, alasan pihaknya menjadikan tujuh desa tersebut sebagai tempat pencanangan kampung KB adalah pertimbangan kepadatan penduduk. “Tujuh desa yang kita pilih sebagai kampung KB karena masyarakatnya cukup padat. Selain itu, minat masyarakat di tujuh desa tersebut untuk mengikuti program KB sangat rendah,” tandasnya.

Sememtara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sultea, Drs. Ali Ismail yang hadir dalam pencanangan itu menuturkan ada tiga aspek penting yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Yaitu, pendidikan, kesehatan dan pendapatan ekonomi keluarga. “Kalau semua itu tidak bisa terpenuhi maka pembangunan keluarga akan rapuh. Makanya itu pentingnya mengikuti program KB untuk mengatur angka kelahiran dan kematian bayi serta ibu,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Busel, La Asari mengungkapkan, bahwa kesadaran masyarakat Busel dalam mengikuti program KB khususnya di tujuh desa tersebut sangat minim. “Makanya tujuh desa tersebut kita jadikan kampung KB. Yang nantinya kita harapkan dengan adanya program kampung KB ini mampu menciptakan keluarga kecil sejahtera dengan kualitas hidup yang baik,” pungkasnya. (ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top