Konsel Jadi Pusat Kerajinan Kreatif – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Konawe Selatan

Konsel Jadi Pusat Kerajinan Kreatif

KAMALUDDIN/KENDARI POS
Bupati konsel H Surunuddin Dangga (kanan) mendampingi deputi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Sungkari melihat hasil kerajinan kriya limbah kayu. Konsel menjadi satu dari 500 kabupaten di Indonesia yang dipilih sebagai sentra pengembangan ekonomi kreatif

KENDARIPOS.CO.ID — Komitmen pemerintah Kabupaten Konsel dibawa kendali pasangan H Surunuddin Dangga- H Arsalim untuk mewujudkan daerah pimpinan mereka menjadi kabupaten Berdaya saing tak perlu diragukan lagi. Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konsel, pemilik jargon Desa Maju Konsel Hebat ini telah banyak melakukan pembangunan infrastruktur serta sumber daya manusia (SDM), ekonomi, sosial budaya maupun ahlak iman dan takwa di daerah otoritanya itu.

Minggu (13/8), Pemda Konsel menggelar workshop penguatan ekosistem ekonomi kreatif limbah kayu bersama dengan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) di salah satu hotel di Ranoomeeto. Kepala Deputi Infrastruktur Bekraf Indonesia, Hari Sungkari memaparkan, untuk menciptakan usaha di Konsel melalui kreatifitas harus bisa berjejaring.

Misalnya, khusus di daerah Konsel ada dua yang menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif dari limbah kayu yakni di Desa Iwoi Mendoro Kecamatan Basala dan Desa Pangan Jaya kecamatan Laeya. “Ada lima hal yang ada di Bekreatif yaitu kreasi, produksi distribusi, konsumsi dan konserfasi. Satu desa tidak perlu harus ada kelima itu, tapi harus berkolaborasi antara desa satu dengan desa lain. Misalnya kalau di Pangan Jaya siap bahan, kan bisa berbagi dengan desa lain,” katanya saat menghadiri kegiatan Workshop penguatan ekosistem ekonomi kreatif itu.

Dia menambahkan, pada dasarnya subtansi dari kegiatan itu adalah membudayakan produksi lokal. Pasalnya yang menjadi nilai tambah dalam usaha ekonomi kreatif itu adalah merk dan hak cipta. “Sehingga diharapkan kepada pengrajin agar tidak berhenti berproduksi. Supaya pembeli nanti tidak lari ke tempat lain. Tetapi mereka akan terus berkunjung di Konsel dan memesan barang hasil kreatifitas yang dinginkan,” katanya. Ia menambahkan, dari 500 kabupaten di Indonesia, Konawe Selatan menjadi salah satu pusat pengembangan Bekraf dengan memanfaatkan limbah kayu.

Sementara itu, Bupati Konsel H Surunuddin Dangga mengungkapkan apresiasi pihak Bekraf yang telah memberikan pelatihan kepada masyarakat Konsel menjadi pengrajin ekonomi kreatif limbah kayu. “Ini merupakan langkah untuk mendorong desa agar bisa memiliki potensi unggulan,” ungkapnya.

Konsel-1 ini mengungkapkan, sejak terpilihnya Konsel sebagai pusat pengembangan kerajinan kriya dari limbah kayu okeh Bekraf Indonesia, kini daerah yang telah dinahkodainya ini sudah berhasil menelorkan 50 pengrajin yang berasal dari dua desa yakni Desa Iwoi Mandoro dan Pangan Jaya.

Surunuddin menjelaskan, dalam membangun Konsel pihaknya mulai mendorong desa agar memiliki potensi unggulan. Sejauh ini lanjut mantan legislator Sultra ini pihaknya sudah menetapkan salah satu desa di Konsel sebagai desa wisata dan desa sentra peternakan sapi. “Nah kami harap Desa Iwoi Mendoro dan Pangan Jaya bisa menjadi pusat kreatif pengrajin kriya dengan memanfaatkan bahan limbah kayu,” pintanya.

Dengan lahirnya para mentor pengrajin yang telah dibimbing oleh Bekraf Indonesia, dirinya akan meneruskan dan memberikan dukungan agar terus berproduksi. “Kita akan menyediakan peralatan dan mendorong para pengrajin kita agar melakukan studi banding. Supaya kita bisa setara dengan daerah maju lainnya. Khususnya dalam kreatifitas,” katanya.

Dengan kerajinan kriya tersebut, Surunuddin berharap itu dapat mendorong terciptanya lapangan kerja bagi masyakat yang memiliki kemampuan dan bakat dibidang ekonomi kreatif. “Jadi pengrajin tidak usah khawatir, kita akan sinkronkan dana desa melalui Bumdes. Supaya sinergi dalam rangka pengembangan produk lokal ini juga mendorong usaha ekonomi masyarakat. Kalau masalah harga tidak perlu pusingkan, tugas saya sebagai pemerintah menyiapkan pasar. Jadi nanti saya intruksikan kepada dinas PK agar semua perlatan sekolah khususnya di TK agar menggunakan hasil kerajinan limbah kayu ini,” imbuhnya.(kam)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top