Izin Operasi PT TKM di Wakatobi Bermasalah – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Wakatobi

Izin Operasi PT TKM di Wakatobi Bermasalah

ASTY NOVALISTA/KENDARI POS
Aktivitas sebuah perusahaan pengeloh aspal di Wakatobi yang diduga izinnya masih bermasalah. Parahnya, tempat beroperasinya perusahaan berbendera PT TKM tak jauh kawasan bandara yang diduga masuk kawasan hijau

KENDARIPOS.CO.ID — Belum kelar persoalan PT Golden Prima Wakatobi (GPW) yang diduga melakukan aktivitas Asphalt Mixing Plant (AMP), atau industri pengelolaan aspal secara ilegal di Desa Sombu dan Pomala, Kecamatan Wangi-wangi, kasus yang hampir sama muncul lagi. Kali ini, pembangunan instalasi pencampuran aspal yang dibangun PT Tegar Kawini Mandiri (TKM) juga diduga ada masalah dari sisi perizinan.

Masalahnya, perusahaan ini beroperasi tak jauh dari areal Landasan Pacu Bandar Udara Matahora, Wakatobi yang dalam dokumen daerah disebut sebagai kawasan hijau. “Iya, perusahaan itu sudah beroperasi tapi izinya belum jelas, khususnya izin operasi,” kata Kepala Bidang Tata Ruang, Dinas PU dan Penata Ruang Kabupaten Wakatobi, Faisal, senin(14/8).

Faisal mendasari pernyataannya ini dari hasil pembicaraannya dengan Kepala Bandara Matahora beberapa waktu sebelumnya yang mengaku bahwa PT TKM baru akan mengurus izin mendirikan bangunan (IMB) setelah rekomendasi RT/RW sudah ada. Itu berarti, sampai sekarang IMP sebagai salah satu syarat melakukan aktivitas, membang belum dipenuhi. Terkait izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UPL-UKL), Kepala Bidang Pengendalian dan Pencemaran Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wakatobi, Jamuddin juga mengaku belum tahu secara pasti. “Saya belum tahu apakah PT TKM ini sudah kantongi UPL-UKL untuk AMP,” terang Jamuddin.

Sementara itu, Kepala Seksi Teknik Operasi dan Pengamanan dan Pelayanan Darurat, Bandar Udara Matahora, Kamaluddin menegaskan bahwa perusahaan yang beraktivitas tak jauh dari kawasan bandara itu sudah tidak bermasalah. Alasannya, Pemda Wakatobi telah memberikan izin untuk proyek milik Bandara Matahora ini. “Perusahaan ini sudah aman (izinya lengkap) karena selama Pemda Wakatobi telah memberikan izin saya kira sudah tidak ada masalah lagi,” terangnya.

Aktivitas AMP yang dilakukan perusahaan berbendera PT TKM jadi sorotan di gedung DPRD Wakatobi. Sekelompok massa yang menyebut diri dari Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia (Leadham) menyebut bahwa seharusnya lokasi yang digunakan oleh perusahaan tersebut tidak digunakan untuk kegiatan industri atau lainnya. Pasalnya, kawasan tersebut masuk zona hijau dan dekat dengan Bandara Matahora.

Ia menyebut, PT TKM bahkan belum mengantongi IMB, HO, SITU/SIUP, serta izin operasi lainnya. “Kita sepakat dan apresiasi Pemda Wakatobi tertibkan penambangan galian C secara ilegal. Tapi tidak boleh tebang pilih. Jangan hanya ditegur harus ada tindakan. Aneh, baru di Wakatobi saya lihat yang begini,” terang seorang bernama Ali Masri, koordinator aksi. DPRD berjanji akan menindaklanjuti hal ini jika sudah dikoordinasi dengan Ketua DPRD dan akan disampaikan lewat Badan Musyawarah (Bamus). (thy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top