Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Mantan Anggata DPRD Baubau Ditahan – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Mantan Anggata DPRD Baubau Ditahan

KENDARIPOS.CO.ID — Setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap, mantan anggota DPRD Baubau, Rais Rahman Jaya akhirnya ditahan. Penyidik  Subdit III  Ditreskrimum Polda Sultra menahan Rais untuk kepentingan pelimpahan tahap dua, tersangka harus dihadirkan untuk dilimpahkan. Rais ditangkap di Baubau dan diserahkan ke Kejari Baubau untuk menjalani proses hukum.

Kasubbid PID Humas Polda Sultra, Kompol Dolfi Kumaseh membenarkan informasi tersebut. Rais ditahan setelah penyidik menyerahkannya ke jaksa di Kejari Baubau akhir pekan lalu. Menurut Kompol Dolfi, mantan anggota DPRD itu terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan itu sempat bebas karena masa penahanannya telah berakhir. “Rais menjalani proses tahap dua di Kejati Sultra, setelah itu dibawa ke Kejari Baubau, dimana perbuatan pidananya terjadi,” ujar Kompol Dolfi Kumaseh, kepada Kendari Pos.

Rais ditangkap tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra tanpa perlawanan di kediamannya. Polisi menununjukkan surat penangkapan bahwa proses itu bagian dari perintah jaksa untuk melakukan pelimpahan tahap dua. Sebelumnya, penyidik dibuat kebingungan dengan petunjuk jaksa Kejati Sultra yang meminta barang bukti hasil pembelian dari duit dugaan penggelapan yang dilakukan mantan legislator itu.

Penyidik memenuhi petunjuk jaksa dan menyita satu per satu barang yang dibeli Rais dari duit penggelapan. Terakhir, penyidik menyita mobil dari seseorang yang telah dijual Rais. Mobil tersebut, disita dan dijadikan barang bukti di pengadilan nanti.”Yang jelas sudah kita yakinkan jaksa bahwa berkas tersangka ini patut untuk dilanjutkan ke tahap penuntutan,”ujar Kompol Dolfi.

Untuk diketahui Rais Rahman Jaya ditetapkan tersangka sejak oktober 2016.  Rais diduga menggelapkan duit sebesar Rp 650 juta milik PT Satya Jaya Abadi. Dana tersebut sebenarnya untuk keperluan pengurusan Izin Pengelolaan Kayu (IPK) jati Sampolawa di Kabupaten Buton Selatan, namun diduga duit itu disalahgunakan. (ade/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top