Pengusutan Kasus DAK Muna, Oknum Anggota DPRD juga Dibidik – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pengusutan Kasus DAK Muna, Oknum Anggota DPRD juga Dibidik

KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna terus berusaha membuka tabir misteri kasus Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna tahun 2015. Sejauh ini, sudah belasan saksi diperiksa, mulai kalangan birokrat, perbankan hingga rekanan yang dianggap punya hubungan dengan kasus tersebut. Namun jaksa sepertinya masih butuh tambahan informasi untuk melengkapi data-data sebelumnya. Makanya, beberapa oknum anggota DPRD Muna juga dibidik.

Hanya saja, Kajari Muna Badrut Tamam belum mau terbuka, kapan kepastian waktu “menggarap” oknum anggota DPRD Muna dimaksud. Termasuk, siapa saja mereka, dirinya masih rahasiakan. “Kita lihat saja nanti, siapa saja yang akan diperiksa,” ujar Badrut Tamam, Minggu (13/8/2017). Dia memastikan, akan buka-bukaan dalam mengusut kasus tersebut sampai tuntas.

Pasca dinaikan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan, Kejari Muna sedikit demi sedikit mulai membuka tabir penyelewengan sengkarut tata kelola DAK Muna. Satu persatu kejanggalan yang merugikan keuangan negara terkuak. Mulai dari deposito keuangan yang tidak jelas kemana perginya mencapai Rp 32 miliar hingga pekerjaan sejumlah jalan yang menyeberang tahun, duitnya cair 100 persen, tapi fisiknya tidak selesai. Pengerjaannya juga terkesan amburadul. Hal itu dikuatkan dengan dua alat bukti yang sudah dikantongi jaksa.

Kejanggalan lain yang ditemukan penyidik, saat pelelangan sejumlah proyek. Dalam lelang, justru orang yang tidak memiliki CV menang dalam proses tender. Namun dalam perjalanannya, pemilik CV dijadikan sebagai pintu masuk menjalankan sejumlah pekerjaan oleh oknum berduit. “Ini juga merupakan kejanggalan. Pemilik CV tak punya uang, sementara yang berduit tidak punya CV. Artinya pemenang tender adalah yang punya uang, tapi dia meminjam CV orang lain. Hampir semua begitu,” beber Badrut Tamam.

Sejauh ini, sudah ada 16 saksi yang telah dimintai keterangannya. Mulai dari pihak rekanan, perbankan, maupun bendahara. Badrut Tamam menegaskan, bagi mereka yang enggan memenuhi panggilan penyidik, sesuai aturan maka ia tetap melayangkan lagi surat panggilan selanjutnya. Jika sampai tiga kali tetap tidak hadir, maka jaksa akan menjemput paksa. “Saya minta kooperatif untuk hadir. Pemeriksaan ini bagian dari penyidikan. Jangan coba bermain-main dengan surat yang kami layangkan,” tegasnya. Rencananya, besok (hari ini,red) pemeriksaan terhadap kontraktor bakal dilanjutkan kembali hingga sepekan ke depan. (b/ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top