Nama Kepala BKD Muna Dicatut Penipu – Kendari Pos Online
Iklan pajak

Konkep
UHO Cup Iklan Iklan 10 Iklan 23
Muna

Nama Kepala BKD Muna Dicatut Penipu

Ilustrasi

KENDARIPOS.CO.ID — Nasib sial dialami oleh Sanifa. Warga Jalan S. Goldaria, Kecamatan Katobu ini harus rela kehilangan duitnya sebesar Rp 22 juta karena tergiur iming-iming mendapat dana bantuan pensiun sebesar Rp 125 Juta. Ia meyakini itu karena orang yang mengabarinya soal adanya bantuan tersebut adalah seseorang bernama La Kusa, yang di Muna menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKSDM) atau yang dulu lebih dikenal sebagai BKD.

Awalnya, Sanifa menerima telepon dari seseorang yang mengaku bernama La Kusa. Dalam percakapan itu, lelaki yang belakangan diketahui adalah penipu itu memita untuk ditransferkan duit untuk memuluskan pencairan bantuan tersebut. Perempuan pensiunan guru ini tak menaruh curiga, namun, karena tak kunjung jelas, dan ingin memastikan bantuan tersebut, ia mendatangi langsung kepala BKPSDM, Jumat (12/8).

Di hadapan La Kusa, ia menjelaskan bahwa ia telah mentransfer duit sebanyak tiga kali terhadap rekening yang telah dicantumkan. Dalam transfer pertama, Rp 7.750.000 untuk biaya administrasi. Kemudian Rp 9.700.000 keperluan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Dan Rp 5 juta biaya transportasi. “Dia minta tiga kali transfer. Totalnya itu, Rp 22 juta. Hari Selasa (8/8). Dia menyebut nama La Kusa dari BKD,” ujar Sanifa di kediaman Kepala BKPSDM, minggu(13/8).

Sanifa lantas memperlihatkan nomor HP yang menghubunginya yakni 081241895530 dan 085211058191. Ia mengaku, duit tersebut ditabung untuk keberangkatannya saat umroh tahun ini. “Ini penipuan. Saya tidak pernah menawarkan apapun dan meminta duit, apalagi terkait urusan pensiun itu,” kata Kepala BKPSDM, La Kusa.

Ia mengatakan, jangan pernah tertipu dengan urusan kepegawaian. Ia tidak akan pernah melakukan perbuatan tak terpuji itu dan belum pernah melakukannya. “Bantuan itu tidak ada. Jangan mudah tertipu. Saya tidak pernah melakukan itu. Ada orang orang tertentu yang punya niatan tidak baik untuk melakukan penipuan. Dengan kejadian ini saya tersinggung,” kata La Kusa.

La Kusa juga meminta agar setiap pegawai maupun yang telah pensiun, kiranya untuk melakukan konfirmasi secara

langsung di intansinya. Apalagi, dalam urusan kepegawaian. “Kalau tidak konfirmasi ke kantor hubungi saya lewat telepon,” cetusnya.

Wanita yang kini berusia 61 itu, diarahkan untuk melaporkan kejadian tersebut pada pihak berwajib. Kapolres Muna, AKBP Agung Ramos Paretongan Sinaga membenarkan laporan tindakan penipuan mengatasnamakan La Kusa kepala BKPSDM. Dengan LP :/162/VII/2017/Sultra/Res Muna/Sek Katobu tanggal 11 Agustus. Dihadapan penyidik, korban mengaku, dijanjikan mendapatkan bantuan dana pensiun. Namun, untuk mendapatkan dana itu, pelapor harus mentransfer duit. Besarannya pun berbeda-beda. Untuk biaya adminstrasi dan pajak ditransfer ke rekening BRI nomor 4387.0100.8812.532 atas nama Tatang Santani. Sementara untuk uang transpor dikirim ke rekening 3868.01.002344.50.8 atas nama Yayat Royati. “Pelakunya masih dalam penyelidikan. Termasuk bukti-bukti yang ada, akan diselidiki pula,” pungkasnya. (ery)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top