KNPI Sebut Tambang Belum Sejahterakan Masyarakat Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

KNPI Sebut Tambang Belum Sejahterakan Masyarakat Sultra

Ahmad Yani saat memberikan penjelasan dalam lokakarya kepemudaan.

KENDARIPOS.CO.ID — Jazirah Sultra dianugerahi banyak kekayaan alam. Tidak heran jika Sultra disebut sebagai salah satu wilayah dengan bahan tambang terbesar di Indonesia. Hanya saja, kekayaan alam tersebut belum sepenuhnya mampu mengangkat harkat dan martabat masyarakat. Dibeberapa wilayah, justru mendatangkan petaka berupa kerusakan lingkungan.

Ironi tersebut ditanggapi serius oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sultra. Fakta bahwa kekayaan tambang belum memberi andil bagi kesejahteraan masyarakat ditemukan oleh KNPI Sultra setelah melakukan investigasi. Lima bulan lalu kami melakukan investigasi dan advokasi disemua kabupaten. Hasilnya, masih banyak potensi tambang yang tidak memberi manfaat, malah justru menyebabkan kerusakan lingkungan. Untuk itu, dalam kegiatan ini diharapkan akan melahirkan rekomendasi kepada pemangku kebijakan terkait pembenahan pertambangan,” ujar Hakpri, Ketua Panitia Lokakarnya Kepemudaan dihadapan ratusan pemuda dari berbagai OKP di Sultra, Sabtu (12/8).

Dalam lokakarya tersebut, beberapa pemateri dihadirkan oleh KNPI Sultra. Ahmad Yani misalnya, mantan Kepala Dinas Pertambangan Kabupaten Kolaka itu menjelaskan, salah satu masalah pertambangan di Sultra adalah tidak efektifnya regulasi perizinan. Dimana sesuai UU Minerba, provinsi merupakan pihak yang berwenang mengeluarkan IUP.

Hal itu menjadi kendala bagi investor terkait lamanya proses pengurusan IUP yang harus ditempuh dan juga pengawasan dan pemanfaatan yang dapat dilakukan pemerintah kabupaten menjadi tidak maksimal. “Belum lagi soal tenaga kerja asing, pengawasannya lemah. PAD juga minim dihasilkan. Inilah yang menjadi kendala menurut kami,” jelas Yahya.

Selanjutnya, Ida Usman, Dekan Fakultas Teknologi dan Ilmu Kebumian UHO menyoroti masalah yang timbul pasca tambang. Menurutnya, perusahaan yang beroperasi di Sultra hanya mengedepankan proses prospeksi, eksplorasi dan eksploitasi. Sedangkan revitalisasi lingkungan diabaikan. “Sehingga daerah ditinggalkan masalah kerusakkan alam. Banjir, rusaknya lahan, berkurangnya habitat hewan langka, semua itu akibat tidak diperhatikannya masalah lingkungan pasca tambang,” timpalnya.

Sayangnya, lokakarya tersebut tidak dihadiri oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sultra. Tak hanya itu, Ketua KNPI Sultra, Syahrul Beddu tak hadir dalam lokakarya. “Kita akan berikan rekomendasi kepada pemangku kebijakan, semoga bisa menjadi bahan evaluasi perbaikan pengelolaan tambang,” ungkap Darwis, Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keangotaan KNPI Sultra. (m1/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top