Sempat Buron, Ancam Bunuh Pedagang, Mantan Sekuriti PT. VDNI Ditangkap – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Sempat Buron, Ancam Bunuh Pedagang, Mantan Sekuriti PT. VDNI Ditangkap

Kapolsek Bondoala, Ipda Laode Arsangka

KENDARIPOS.CO.ID — Mantan sekuriti eksternal PT. Virtue Dragon Nickel Indonesia (VDNI), Rigo (23) harus berurusan dengan polisi. Dia diadukan ke polisi oleh Mbo, salah seorang pemilik rumah makan disekitar kawasan smelter Morosi. Rigo dipolisikan karena mengancam akan membunuh Mbo. Hasil penyelidikan diduga motif pelaku ada indikasi dengan persaingan bisnis berdagang di kawasan perusahaan PT VDNI tersebut, sehingga ia berani mengancam untuk membunuh pedagang tersebut.

Kapolsek Bondoala, Ipda Laode Arsangka mengatakan pihaknya telah mengamankan pelaku pengancaman, Rigo, warga Desa Purui, Kecamatan Morosi, Konawe. Ia sempat buron selama dua bulan dan melarikan diri ke luar Sultra. “Beberapa hari lalu, kita dapat informasi dia sudah kembali ke Konawe. Jadi kita intai dan menangkapnya di rumah keluarganya di Desa Morosi,” ujar Ipda Laode Arsangka, Jumat (11/8).

Ipda Arsangka menjelaskan korban Mbo melaporkan telah diancam seseorang yang menutup wajahnya pada 24 Mei lalu. Katanya, pelaku menyuruhnya mengeluarkan pengunjung yang sedang makan. Jika tidak dituruti, pelaku akan memotong korban. Pelaku mengancam sambil mengayunkan parangnya, sehingga pelapor merasa sangat ketakutan. “Pelapor tidak dapat mengenali pelaku karena wajahnya ditutup, selanjutnya kami membentuk tim penyelidik untuk mengungkap pelaku tersebut,” ungkap Ipda Arsangka.

Nah, dua hari setelah menerima laporan itu, personel Polsek Bondoala di bawah komando Ipda Arsangka, berhasil mengetahui identitas dan siapa pemilik wajah dibalik dan identitas pelaku. Tahu sedang diincar polisi, Rigo kabur dan buron selama dua bulan. Polisi terus melakukan pelacakan hingga beberapa hari lalu Polsek Bondoala kembali mendapat informasi dari orang yang dipercaya bahwa pelaku telah kembali.
“Setelah memastikan posisi pelaku, kami bergerak dan menangkap pelaku di rumah keluarganya. Kini pelaku kami tahan untuk dimintai keterangan,” terang Ipda Arsangka.

Polisi telah menyita barang bukti berupa sebilah parang dan kain penutup muka, sedangkan topi yang digunakan saat kejadian masih dicari. Pelaku disangka melanggar pasal 335 ayat (1) KUHP. Ancaman hukuman 2,5 tahun kurungan penjara. “Pelaku ditahan karena dikhawatirkan akan melarikan diri,” pungkas Ipda Arsangka. (hel/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top