Satu Penderita Campak dan Rubella, Berpotensi Menulari 10 Anak – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Metro Kendari

Satu Penderita Campak dan Rubella, Berpotensi Menulari 10 Anak

Ilustrasi imunisasi.

KENDARIPOS.CO.ID — Campak dan Rubella (campak Jerman) merupakan jenis penyakit berbahaya bagi anak. Bahkan virus penyakit pernah merenggut nyawa 314 anak per hari di seluruh dunia pada tahun 2000. Sejak saat itu pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melakukan imunisasi campak dan rubella secara massal terhadap anak di seluruh negeri.

Tahun ini gerakan imunisasi telah dilakukan di Pulau Jawa. Sementara untuk wilayah Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, Papua dan Maluku diinstruksikan 2018 baru melakukan imunisasi serentak. Kendati begitu, imunisasi rutin tetap dilakukan tiap kabupaten dan kota. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sultra, Asrum Tombili mengatakan campak atau Measles adalah penyakit yang sangat menular yang disebabkan oleh virus. Penularannya, melalui bersin dan batuk. “Untuk menghindari itu, setiap anak usia sembilan bulan sampai 15 tahun itu harus diimunisasi. Jadi sejak dini anak-anak jangan ditakut-takuti soal suntik. Karena pengalaman di Jawa yang sementara berlangsung saat ini, itu banyak sekali anak yang lari karena takut. Padahal ini tidak bisa terlewatkan. Nah kita berharap itu tidak terjadi di Sultra nanti,” ujar dr.Asrum Tombili, kemarin.

Lebih lanjut dr. Asrum menambahkan pemerintah telah menargetkan agar Indonesia bisa mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella tahun 2020. Makanya, upaya memutuskan virus campak dan rubella itu terus dilakukan salah satunya dengan imunisasi massal. Sementara itu, Kepala Seksi Surveilans Epidemologi dan Imunisasi Dinkes Sultra, Kartina mengungkapkan semua anak wajib tanpa melihat status imunisasi maupun riwayat penyakit campak dan rubella sebelumnya. Bila tidak risiko cacat hingga kematian mengintai anak tersebut. “Karena manfaat pemberian imunisasi ini dapat melindungi anak dari cacat dan meninggal akibat pneumonia, diare, kerusakan otak, ketulian, buta dan kelainan jantung,” katanya.

Menurut dia, potensi penularan penyakit itu juga cukup rentan dengan kondisi lingkungan anak. “Satu anak yang menderita campak itu bisa berpotensi 10 sampai 11 anak yang tertular,” ujarnya. Untuk capaian imunisasi campak dan rubela di Sultra kata wanita yang akrab disapa Karti itu masih belum mencapai target yang diharapkan, minimal 95 persen. Meski demikian, setiap tahun terjadi peningkatan. Sementara untuk kabupaten yang masih rendah capaian imunisasinya yakni Buteng yakni 80 persen dan Mubar 72 persen. Kendalanya adalah kondisi geografis dan petugas yang kurang terlatih. (ely)

Persentasi Capaian Imunisasi Campak di Sultra

Tahun
2014                 87,63 persen
2015                 89,9 persen
2016                 89,1 persen
2017/Juli         43,3 persen
(Target 95 persen keatas hingga akhir tahun)

Sumber : Dinkes Sultra

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top