Lagi, LPG Oplosan Beredar Dipasaran? – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Lagi, LPG Oplosan Beredar Dipasaran?

KENDARIPOS.CO.ID NUNUKAN Sejumlah masyarakat mengeluhkan adanya dugaan Liquified Petroleum Gas (LPG) oplosan. Baik tabung ukuran LPG 14 kilogram (kg) dan LPG 3 kg yang diduga sudah mulai marak beredar di pasaran.

Bagaimana tidak, sejumlah warga mengeluhkan pemakaian yang cenderung cepat habis jika digunakan. Bahkan, keluhan tersebut terdengar hingga ke dinas terkait. Namun hingga saat ini belum ada tindakan yang dilakukan.

Bambang, salah seorang pemilik warung makan di Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan Timur mengaku, dalam beberapa pekan ini, dirinya merasa seperti dirugikan lantaran LPG yang digunakannya cepat habis. Tidak seperti biasanya.

“Biasanya kita itu pakai lebih dari dua bulanlah, tapi sekarang sudah tidak lagi. Masa cuma seminggu lebih saja kita pakai habis sudah. Heran juga saya. Apa benar info yang beredar ada oplosan di sini itu ya?,” keluh Bambang mempertanyakan.

Tidak hanya di kalangan pedagang makanan, keluhan tersebut juga sampai ke masyarakat biasa. Seperti yang dikeluhkan Hendriani, warga Jalan Bayangkara, Kelurahan Nunukan Tengah yang menggunakan LPG 3 kg. Ia mengatakan, LPG miliknya sering mengeluarkan aroma gas. Padahal, LPG tersebut belum digunakannya.

“Takut juga kita ini oplosan, saya biasa beli dua. Satu dipakai, satu disimpan dulu untuk cadangan. Nah, yang satunya ini kalau kita simpan kaya sering mengeluarkan bau gasnya, kaya keluarlah rasanya. Terus nanti kalau dipakai cepat sekali habis. Jangan-jangan sudah pernah dibuka ini LPG-nya,” ungkap Hen-hen panggilannya.

Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan, Hasan Basri mengakui mendengar keluhan masyarakat Nunukan terkait LPG oplosan yang beredar. Namun, hingga kini belum ada laporan langsung dari masyarakat terkait hal tersebut.

Hasan mengakui, terkait LPG oplosan, bisa saja dilakukan oknum tidak bertanggung jawab. Namun, mengoplos LPG yang memiliki tabung lebih besa ke LPG 3 kg dinilianya masih minim. Meski begitu, atas isu yang beredar, Hasan mengimbau kepada masyarakat untuk melaporkan langsung ke pihaknya. Jika ada laporan, Disdak langsung akan menindaklanjuti laporan tersebut di lapangan.

“Ya, laporkan saja, bawa buktinya. Kita pasti siap tindak lanjut kok. Asalkan benar terjadi,” jelas Hasan. (raw/eza)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top