Jaksa Geledah Kantor Perpustakaan Sultra – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Jaksa Geledah Kantor Perpustakaan Sultra

Proses pengeledahan di ruang deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sultra yang dilakukan tim satuan khusus pemberantasan korupsi yang dipimpin Kasipidsus Kejari Kendari, Tajuddin. Foto : KAMARUDDIN / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Staf dan pejabat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra terkejut dengan kedatangan jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari dikantor tersebut. Kedatangan jaksa yang mengenakan rompi hitam dengan tulisan mencolok satuan khusus pemberantasan korupsi membuat staf kelabakan. Mereka melakukan penggeledahan, Jumat (11/8).

Tim satuan khusus yang dipimpin Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kendari, Tajuddin, MH itu untuk mencari bukti tambahan terkait dugaan korupsi pengadaan buku tahun 2015. Tim tersebut bergerak dan melakukan pengecekan fisik terhadap 22 ribu buku dalam pengadaan tersebut.

Pantauan Kendari Pos, penggeledahan yang dilakukan penggeledahan yang dilakukan Tajuddin dan kawan-kawan dimulai sekira pukul 09.00 wita. Penggeledahan difokuskan di ruang deposit perpustakaan daerah, semacam ruangan pengolahan buku akhir. Kepala Bagian (Kabag) Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Mustamin merupakan satu-satunya pejabat yang terlihat mendampingi tim satuan khusus. Terlihat jaksa membawa beberapa dokumen kontrak proyek pengadaan buku dengan anggaran Rp 1,3 miliar itu. Tepat pukul 11.30 wita, tim yang berjumlah lima orang terlihat meninggalkan kantor yang dipimpin H. La Ongke itu.

Sebelumnya jaksa sudah menetapkan tiga tersangka yang diduga terlibat dalam pengadaan buku. Tiga tersangka itu yakni kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah, H La Ongke selaku kuasa pengguna anggaran (KPA), Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Badan Pustaka, Djalil sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dalam proyek tersebut. Terakhir, Jamal sebagai rekanan pengadaan buku.

Kasipidus Kejari Kendari, Tajuddin belum mau berbagi informasi terkait hasil penggeledahan. Termasuk dokumen apa saja yang disita timnya. Tajuddin hanya memastikan semua tersangka tidak ditahan. Belum adanya hasil audit Badan Pengawasn Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menjadi alasannya. “Kepala dinas dan tersangka lainnya sudah kami periksa kemarin (Kamis red), namun kita belum tahan karena takutnya hasil auditnya lama keluar,” ujar Tajuddin sembari berlalu menuju kantor Kejari Kendari, tak jauh dari kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Sultra.

Sementara itu, Kepala Dinas H.La Ongke tidak berada dikantornya saat tim jaksa melakukan penggeledahan. Kabag Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sultra, Mustamin mengaku hanya mendampingi tim satuan khusus bentukan Kejari Kendari itu. “Kepala dinas sedang mengikuti rapat di kantor gubernur sehingga tidak bisa mendampingi pihak Kejari melakukan penggeledahan. Pengadaan bukunya itu berjumlah 22 ribu eksemplar, dan saya memperlihatkan dimana buku itu disimpan. Jadi saya bawa mi mereka di ruang deposit yaitu ruangan pengolahan buku akhir. Kata jaksa seharusnya Kadis yang dampingi mereka tapi handphone Kadis tidak aktif jadi saya dampingi,” ujar Mustamin saat ditemui di ruang kerjannya. (kmr/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top