Jadwal Pemeriksaan Perkara DAK Muna, Setelah Kontraktor, Birokrat Menyusul – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Jadwal Pemeriksaan Perkara DAK Muna, Setelah Kontraktor, Birokrat Menyusul

KENDARIPOS.CO.ID — Jajaran penyidik di Kejari Raha terus bekerja keras membuka misteri dugaan mega korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) 2015 Muna. Indikasi awalnya sudah tercium. Dua modus utamanya adalah membayar penuh pekerjaan yang tak selesai, dan menikmati bunga deposito duit negara yang jumlahnya konon mencapai Rp 310 Miliar. Khusus pekan ini, dan pekan depan, penyidik fokus memeriksa para kontraktor.

“Nanti setelah kontraktor, kita periksa lagi pejabat yang instansinya mengelola DAK 2015,” kata Badrut Tamam, Kajari Muna, kemarin. Ia bercerita, pekan ini sudah belasan kontraktor yang dipanggil untuk menjelaskan mengenai proyek-proyek jalan yang mereka kerja, dengan sumber biayanya dari DAK. Pemeriksaan itu penting karena ada indikasi, pekerjaan mereka tidak tuntas tapi duitnya terima full. Itupun menyeberang tahun ke 2016.

Hingga akhir pekan ini, hanya dua pengusaha yang mengabaikan panggilan jaksa yakni CV Merpati dan PT Fatdeco Tama Jaya. Sementara kemarin yang terlihat hadir adalah rekanan berbendera CV Cipta Karsa. Sebelumnya, perwakilan CV Merpati sempat hadir di kantor anak buah HM Prasetyo itu. Sayangnya, jaksa menolak melakukan pemeriksaan sebab, yang hadir bukan direktur. Sementara, bagi kontraktor yang absen dari panggilan jaksa, bakal dilayangkan surat panggilan kedua.

Kejari Muna menargetkan dua pekan sejak awal pemeriksaan rekanan, bakal dilanjutkan kembali pemeriksaan terhadap birokrat. Satu persatu mereka akan digilir dimintai keterangannya terkait sengkarut penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna serta deposito yang telah dinikmati oknum tertentu. kepala dinas, kuasa pengguna anggaran (KPA), dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Iya, ada dua rekanan yang tidak hadir saat kami panggil. Tapi nanti kami layangkan surat panggilan kedua. Sebab, pemeriksaan rekanan ditarget dua pekan pemeriksaannya. Setelah itu, birokrat digilir untuk menghadiri pemeriksaan selanjutnya. Satu bulan bisa merampungkan pemeriksaan saksi. Kalau tidak ada kendala lanjut ekspose,” ujar Badrut Tamam di Kejari Muna, Jumat (11/8).

Ia menjelaskan, penyidikan dilakukan merupakan seluruh rangkaian pengumpulan alat bukti, serta menguatkan lagi alat bukti yang telah ditemukan. Tentunya, membuat titik terang pidananya dan menemukan tersangkanya. Namun yang difokuskan bagi pekerjaan yang menyeberang tahun. Bukan berarti, kata dia, yang tidak menyebrang tahun tak diperiksa. Nanti disisi lainnya dalam perkembangan pengusutannya.

“Data data sudah ada. Apalagi, soal deposito. Kita sementara mengumpulkan alat bukti terkait penyimpangan yang disangkakan,” jelasnya.
Sejak awal penyelidikan, lanjut dia, pekerjaan pengaspalan jalan sudah tidak beres. Sehingga hal itu dijadikan sebagai alat bukti yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Dalam pekerjaan yang menyeberang tahun sehingga dibayarkan berdasarkan kontrak, kalau dalam perjalanannya dilakukan, Badrut Tamam menilai ada kesengajaan dalam tarik ulur pembayaran. “Terhambatlah pembangunan. Anggaran daerah ataupun negara tidak boleh digunakan dalam bisnis,” tandasnya. (ery)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top