Disperindag Sultra Apresiasi Terminal Komoditi Pangan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Disperindag Sultra Apresiasi Terminal Komoditi Pangan

KENDARIPOS.CO.ID — Sebagian besar harga komoditi pangan Sultra masih dibanderol dengan harga tinggi karena harus disuplai dari luar daerah. Utamanya bawang merah, bawang putih, telur, beberapa jenis sayuran bahkan cabai merah. Kalaupun diproduksi sendiri, harganya juga cenderung mahal karena alur distribusi yang cukup panjang. Dari petani tidak langsung ke konsumen.

Nah, untuk memperpendek alur distribusi itu, pakar ekonomi Sultra Dr. Akhmad Firman mengatakan satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan membuka terminal komoditi pangan. Seperti halnya di tanah Jawa, alur distribusi bahan pangan lebih pendek makanya dari segi harga jauh lebih terjangkau. Belum lagi dengan ancaman cuaca ekstrim yang dapat mengganggu distribusi barang sehingga harga jadi lebih tinggi. “Demi kepentingan konsumen maka untuk memperpendek alur distribusi harus dipikirkan bersama,” ujar Akhmad.

Masukan dari pakar itu disambut baik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra. Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Sultra, H. Muhammad Ali. Kata dia, saat ini yang sudah ada hanya terminal agribisnis untuk komoditi perkebunan. Lokasinya di kota lama yang difasilitasi langsung oleh Dinas Pertanian Kota Kendari. “Dan sudah berjalan baik. Saya kira ide itu (terminal komoditi pangan) bagus,” ujarnya, Jumat (11/8).

Namun, untuk membuka terminal komoditi pangan itu, masyarakat harus melalui proses kajian mendalam dan otomatis butuh waktu lama. Apalagi, regulasi yang berlaku di Kementerian Perdagangan belum mengarah ke sana. Sebaliknya, yang ada saat ini adalah sistem pasar lelang untuk perdagangan komoditi pertanian skala raksasa (ekspor-impor), yang langsung mempertemukan pembeli dan petani atau kelompok tani.

Sedangkan program rumah pangan kita (RPK) yang digencarkan Perum Bulog, Muhammad Ali menilai sebagai satu solusi terbaik sembari menunggu ketentuan dari pusat. Menurutnya, yang perlu dilakukan saat ini adalah mendorong Perum Bulog untuk memperbanyak komoditi.”Jadi harus diperkuat sebagai operator negara dengan menambah modal kerja, infrastruktur dan SDM pengelola,” ungkapnya. (feb/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top