450 Calhaj Tiba di Makassar, Kedinginan di Bandara, Diminta Berdoa untuk Nur Alam – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

450 Calhaj Tiba di Makassar, Kedinginan di Bandara, Diminta Berdoa untuk Nur Alam

Jamaah Calon Haji Sultra di Bandara.

KENDARIPOS.CO.ID — Sepertiga perjalanan menuju tanah suci, Makkah sudah dilalui 450 jamaah calon haji asal Kota Kendari. Mereka yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 19 itu tadi malam semuanya sudah tiba di Asrama Haji Sudiang, Makassar. Ada tiga penerbangan yang mengantar mereka sejak Jumat (11/8/2017) pagi dan masing-masing tiba pukul 10.40 Wita,  16.00 Wita dan 18.00 Wita.

Begitu tiba, para calon tamu Allah mereka langsung diarahkan di dua tempat inap di asrama haji itu, yakni Wisma Raudah dan Zam-Zam Makasar. Rencananya, siang ini, barulah akan digelar penerimaan secara resmi ke pihak asrama, untuk selanjutnya akan bertolak ke Jeddah pada Minggu pagi, besok. Artinya, para calhaj dari Kota Kendari itu akan melewati dua malam di Makassar sebelum diberangkatkan ke Arab.

Jurnalis Kendari Pos, Erlyn Ipo yang mengikuti perjalanan jamaah haji hingga ke Makassar, melaporkan bahwa secara umum kondisi jamaah sehat dan tetap semangat. “Alhamdulillah lancar, meski penerbangan kedua sempat tertunda karena cuaca tapi kini semua jamaah sudah ada di asrama haji Makassar,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sultra Abdul Kadir, tadi malam saat ditemui di Makassar.

Sebelum menuju Makassar, jamaah kloter 19 dilepas resmi oleh Plt Gubernur Sulawesi Tenggara, Saleh Lasata di Asrama Haji Lepolepo Kendari.  Kepada Calhaj, tandem Nur Alam itu meminta untuk fokus pada prosesi haji di tanah suci. “Mari luruskan niat kita, berangkat haji bukan untuk berbelanja tetapi untuk ibadah,” katanya.

Diingatkannya seluruh aktifitas jamaah di luar penginapan harus terus dalam pantauan para pendamping. Saleh Lasata juga meminta kepada calon haji untuk mendoakan Gubernur Sultra non aktif Nur Alam yang kini tengah tersandung kasus hukum. Dia meyakini doa di tanah suci lebih cepat terkabulkan. “Saya mohon kita doakan juga gubernur kita supaya dikuatkan menjalani cobaannya,” pintanya.

Sesaat setelah upacara pelepasan, jamaah kemudian diangkut ke Bandara Halu Oleo. Suasana di tempat ini sangat sesak karena padatnya pengantar jamaah. Tangisan histeris terdengar dari berbagai kelompok pengantar. Mereka kecewa karena tak diberi kesempatan untuk sekedar memeluk dan berjabat tangan dengan keluarga mereka yang hendak berhaji. Puluhan satuan pengaman bandara membentuk lorong kecil yang hanya bisa dilewati satu jamaah saja. Sempat dibuat kewalahan dengan pengantar yang memaksa masuk, namun bisa teratasi dengan penambahan personil.

Para pengantar itu sudah rela menunggu sejak pukul 07.30 di bandara. Sayangnya mereka hanya bisa saling melambaikan tangan dengan keluarga yang akan berangkat. Tangis haru tak hanya tampak pada wajah-wajah keluarga dan kerabat yang mengantar, jamaah pun tak kuasa menahan air mata. Sehingga harus dipapah petugas menuju ruang tunggu. Tak sedikit juga yang harus menggunakan kursi roda karena usia yang sudah uzur dan tak kuat lagi berjalan dan naik tangga.

Di pintu masuk ruang bandara, para jamaah sempat tak mau melepaskan tas bawaan mereka. Mereka mengira akan kembali dijadikan bagasi seperti koper besar mereka. Alasannya di dalam tas kecil itu ada barang berharga seperti uang dan handpone.  Setelah dibisiki pendamping bahwa itu hanyalah untuk prosedur pemeriksaan, barulah barang bawaan mereka dilepas untuk sementara.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top