Rp 32 M Bunga Deposito Menguap, Jaksa Tidak Fokus Siapa Tersangka Kasus DAK Muna – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Rp 32 M Bunga Deposito Menguap, Jaksa Tidak Fokus Siapa Tersangka Kasus DAK Muna

KENDARIPOS.CO.ID — Dana Alokasi Khusus (DAK) Muna 2015 benar-benar disalahgunakan mereka yang dipercaya mengelola. Penyelidikan yang dilakukan jaksa terhadap dugaan mega korupsi duit negara itu makin mengerucut ke satu kesimpulan, ada yang tega menggarong uang rakyat itu. Fakta terbaru, jaksa menemukan jika bunga deposito dari Rp 310 M totoal dana itu, yakni sekira Rp 32 M, menguap alias tak jelas pertanggungjawabannya.

Kesimpulan itu ditemukan jaksa setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para bendahara yang institusinya menerima kucuran dana tersebut. “Deposito DAK Muna itu mencapai Rp 32 miliar, tapi tidak masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD), tapi tersimpan di rekening bank milik personal,” buka Kepala Kejaksaan Negeri Muna, Badrut Tamam, kemarin di sela-sela pemeriksaan beberapa saksi perkara ini.

Temuan soal duit Rp 32 M yang tak jelas rimbanya itu diperoleh dari hasil pemeriksaan para bendahara yang dianggap tahu kemana saja aliran dana DAK, kemarin. Mereka adalah Rahmansyah, bendahara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Wa Ja, bendahara Dinas Koperasi dan UKM, serta Musaina, bendahara Dinas Pendapatan. Sementara, bendahara Dinas Pendidikan bernama M Rustam, meski ikut dijadwalkan tapi tidak hadir.

Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 Wita itu berlangsung cukup lama. Hingga pukul 17.00 Wita sore, pemeriksaan terkait deposito bunga DAK yang mencapai Rp 310 miliar itu, juga tak kunjung usai. Diperkirakan, jaksa di Muna terus mengintensifkan pemeriksaan. Terlihat pula, rekanan berbendara CV Ziadah Mokar milik Zul Tasrida kembali menjalani pemeriksaan di ruang jaksa fungsional.

“Pemeriksaan memang kami intensifkan. Khusus deposito yang Rp 32 M itu memang menarik, karena duit itu tak tercatat sebagai PAD. Yang aneh, pihak bank yang telah diperiksa tak mengakui hal itu. Ini memang menarik, kalau atas nama Pemda masuk dalam PAD. Tapi ini masuk sebagai rekening tabungan,” jelas Badrut Tamam, Kajari Muna.

Namun soal berapa kerugian negara, ia belum bisa menyebutkan secaRa pasti. Ia memastikan bahwa pemeriksaan bakal dituntaskan hingga menemui titik terangnya. Ia menegaskan, dalam pengusutan DAK Muna, para tersangka bukan menjadi targetnya. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana duit negara tersebut dikembalikan. “Jika dalam perjalanannya nanti ada yang ditahan, kata dia, itu sudah konsekuensi hukum. Kita akan tuntaskan,” janji Badrut. (ery)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top