Hukuman Napi Pemesan Mumbul Bakal Bertambah, Kemenkumham Sultra : Kami Kecolongan – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Hukuman Napi Pemesan Mumbul Bakal Bertambah, Kemenkumham Sultra : Kami Kecolongan

KENDARIPOS.CO.ID — Masa hukuman narapidana (Napi) pencabulan, Firman bakal bertambah setelah kepergok memesan pil PCC atau mumbul dari dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas). Tak hanya itu, surat keputusan kurve ruangan yang diberikan kepada Firman dicabut oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Sultra.

Hal itu diungkapkan Kepala Divisi (Kadiv) Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sultra, KH. Muslim. Pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Firman akan diperiksa polisi dan pihak Lapas selama enam hari di sel Lapas Kendari karena masih menjadi status warga binaan. Bila terbukti terlibat mengedarkan obat terlarang jenis PCC atau mumbul di dalam Lapas maka masa hukuman Napi tersebut akan ditambah. “Masih dalam proses penyelidikan pihak berwajib. Nanti kita lihat keterlibatan Firman seperti apa,” ujar KH. Muslim, Kamis (10/8).

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra itu menambahkan pemberian SK kurve ruangan kepada Firman karena dianggap telah menjalani setengah masa hukuman. “Kalau sudah dapat SK itu, pemegang warga binaan yang diberi SK kurve tidak lagi di dalam sel tapi tetap berada di dalam gedung Lapas. Tapi untuk si Napi itu (Firman,red), SK kurve-nya kita cabut dan harus kembali dalam sel,” tegas KH. Muslim.

KH. Muslim mengaku pihaknya kecolongan atas tindakan Napi yang menggunakan handphone (HP) di dalam Lapas. Dimana HP tersebut digunakan untuk memesan pil PCC kepada pelaku Faisal Hidayat. Kejadian itu menjadi evaluasi bagi pihak Lapas agar lebih efektif dalam melakukan pengawasan terhadap seluruh Napi, sehingga tidak terulang lagi. “Kami sedang selidiki dari mana Napi tersebut mendapatkan HP. Apakah dari keluarganya yang pernah membesuk atau dari oknum Lapas yang memfasilitasi. Dan bila dalam proses penyelidikan ada keterlibatan oknum petugas mak kami akan berikan sanksi. Salah satunya penundaan kenaikan pangkat,” tandasnya. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top