Dikbud Sultra Belum Siap Terapkan Sistem Kredit Semester – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Edukasi

Dikbud Sultra Belum Siap Terapkan Sistem Kredit Semester

Kepala Dikbud Sultra, H. Damsid

KENDARIPOS.CO.ID — Di Pulau Jawa, beberapa sekolah menengah atas (SMA) mulai menerapkan sistem kredit semester (SKS). Bahkan sejumlah sekolah sudah didaulat menjadi percontohan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pola SKS itu memberi peluang bagi peserta didik yang memiliki kemampuan lebih dari aspek akademik agar bisa menuntaskan mata pelajaran dalam waktu singkat. Sistem SKS itu juga akan menstimulasi siswa lebih kompetitif.

Namun peluang itu rupanya belum ditanggapi positif oleh sekolah-sekolah di Sulawesi Tenggara. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Damsid mengatakan penerapan SKS belum tepat di daerah ini. Banyak faktor yang mempengaruhi ketidaksiapan itu, seperti sarana dan prasarana, tenaga pendidik dan kemauan siswa itu sendiri. “Di Sultra belum bisa, akselerasi saja sekarang sudah beda dengan dulu, sangat sedikit yang layak. Bahkan ada kasus saaat SMA, siswa masuk kelas akselerasi namun di perguruan tinggi justu tidak bisa bersaing,” ungkapnya, Kamis (10/8/2017).

Menurut Damsid, dalam berbagai pertemuan level nasional maupun regional para kepala sekolah kerap ditawarkan untuk menerapkan pola SKS itu. Hanya saja perlu manajemen sekolah yang baru untuk mendukung realisasinya. Olehnya itu, sekolah beralasan belum siap untuk itu. “Kita belum siapkan regulasi, karena sekolah juga masih menolak sistim itu. Jangankan pola SKS itu, yang sekolah lima hari saja ini belum kita tahu hasilnya seperti apa. Sebab sebagian besar sekolah belum siap,” jelasnya.

Untungnya, pola SKS itu belum diwajibkan secara menyeluruh bagi semua sekolah di Indonesia. “Kalau daerah Jawa wajar, dari segi fasilitas dan tenaga mereka sudah siap, kita ini guru saja masih sangat kurang,” tambah Damsid. Pola SKS ini, siswa tidak dibagi sesuai tingkat kelas. Pembagian dilakukan berdasarkan semester. Setiap semester berisi beberapa mata pelajaran (Mapel) yang dirangkum dalam satu paket. Contohnya, untuk semester satu, ada sekira 16 Mapel yang harus dituntaskan siswa.

Setiap Mapel, guru akan memberikan unit kegiatan belajar mandiri (UKBM) kepada siswa. Dalam satu semester, ada beberapa UKBM yang harus dituntaskan. Jumlah UKBM dalam setiap Mapel tidak sama, bergantung jumlah materi yang diajarkan. Siswa yang bisa menyelesaikan UKBM dalam waktu singkat berhak mengambil SKS pada semester berikutnya. Artinya, siswa bisa menyelesaikan dua paket SKS sekaligus sehingga bisa menyelesaikan studi lebih cepat. Sebaliknya, jika kedodoran, siswa menamatkan SMA setelah empat tahun. (ely/c)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top