Baru Dua SD Terapkan Sekolah Lima Hari di Kota Kendari – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Edukasi

Baru Dua SD Terapkan Sekolah Lima Hari di Kota Kendari

Alamsyah Lotunani

KENDARIPOS.CO.ID — Penerapan lima hari sekolah atau dikenal dengan istilah full day school hingga kini masih diuji coba pelaksanaanya. Di Kota Kendari, kebijakan tersebut baru diberlakukan di dua sekolah, yakni di SD 13 baruga dan SMP N 1 Kendari. Untuk sekolah lain, penerapannya disesuaikan dengan kemampuan sekolah. Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah.

Sekretaris Kota Kendari, Alamsyah Lotunani mengungkapkan, penerapan lima hari sekolah masih akan di uji coba kepada para siswa. Meski merupakan kebijakan kementerian, dirinya tetap minta kepada dinas terkait di Pemkot untuk menyesuaikan dengan kondisi sarana dan prasarana sekolah serta faktor penunjang lainnya sebelum menerapkan kebijakan.

“Itu kebijakan pusat, Pemkot harus jalankan. Hanya saja, tentu harus melihat kemampuan sekolah,” jelasnya, kemarin. Ketua KONI Kota Kendari mengaku akan melihat dulu perkembangan lebih jauh perihal penerapan lima hari sekolah tersebut. Setelah itu, Pemkot akan melakukan evaluasi terhadap hasilnya. “Terutama psikologis siswa, itu harus jadi pertimbangan dan bahan evaluasi. Setelah itu baru kita akan buatkan masukan dan formula lain untuk ditindak lanjuti dinas terkait,” ungkapnya.

Terpisah, Sartini Sarita, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Kendari mengatakan, untuk di Kota Kendari, penerapan lima hari sekolah baru berlaku pada dua sekolah. Dia juga menyerahkan sepenuhnya pada kemampuan sekolah dalam hal pelaksanaan kebijakan itu. “Baru di SD 13 baruga dan SMP N 1 Kendari. Kita masih akan menyesuaikan dengan kondisi sekolah lain. Tetapi kita berharap, semua sekolah di Kendari dapat segera menerapkan lima hari sekolah ini,” ujarnya.

Lebih jauh, Sartini meminta agar kebijakan ini tidak disebut dengan istilah full day school. Menurutnya, kebijakan ini tidak lebih pada penyesuaian jam kerja guru terhadap aparatur sipil negara (ASN) lainnya, yakni delapan jam sehari dan lima hari dalam sepekan. “Jangan disebut full day school. Ini hanya penyesuaian jam kerja guru. Hanya kemudian siswa menyesuaikan otomatis,” imbuhnya. (b/m1)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top