Besok, Jamaah Calon Haji Sultra Mulai Berangkat, Satu Meninggal Dunia – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Besok, Jamaah Calon Haji Sultra Mulai Berangkat, Satu Meninggal Dunia

Koper JCH Sultra.

KENDARIPOS.CO.ID — Jamaah calon haji (Calhaj) asal Sultra akan mulai diberangkatkan ke Jeddah, Saudi Arabia, Jumat (11/8) besok, lewat embarkasi Makassar. Keberangkatan akan diawali dengan kloter 19 yang seluruhnya merupakan jamaah asal Kota Kendari. Selasa hingga Rabu kemarin, tahapan persiapan terakhir telah dilakukan oleh jamaah yakni penimbangan dan pemeriksaan bagasi. Jika tak ada aral, 13 Agustus nanti mereka sudah akan dijemput panitia di negeri otorita Raja Salman itu.

Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Kendari H. Sunardin memastikan seluruh persiapan haji telah matang. Termasuk koordinasi dengan pihak keamanan di Bandara Haluoleo. “Sesuai jadwal keberangkatan, kloter 19 adalah yang pertama yang akan masuk asrama haji di Makassar. Semuanya sudah siap. Kami sudah rapat terakhir dengan panitia di provinsi dan tidak ada masalah lagi. Hari ini  kita sementara penimbangan koper jangan sampai barang bawaan jamaah lebih dari ketentuan yakni 35 kg per jamaah,” papar Sunardin, kepada Kendari Pos.

Untuk itu demi kelancaran pemberangkatan jamaah diminta untuk konsisten terhadap jadwal yang sudah diberikan panitia. Mereka diminta berkumpul di Asrama Haji Jumat pukul 06.00 Wita, untuk diberikan pengarahan oleh pemerintah provinsi dan kementrian agama. Keluarga jamaah di larang masuk ke kompleks asrama haji kecuali satu orang pengantar saja. “Supir dan pengantar hanya sampai depan gedung, setelah menurunkan jamaah langsung keluar tidak boleh masuk kawasan asrama,” katanya.

Selanjutnya akan berangkat terbang bersama Sriwijaya Air menuju Bandara Sultra Hasanudin Makasar pukul 10.40. Wita. Pengantar diizinkan ikut hingga ke bandara dengan menggunakan kendaraan lain namun tetap dijaga ketat oleh pihak keamanan. “Tiba di Makassar kita akan diterima di embarkasi, sehari berikutnya langsung terbang lagi ke Jeddah,” sambungnya.

Ditambahkan Sunardin, satu jamaah asal Kota Kendari yang juga tergabung dalam kloter 19 batal berangkat karena meninggal dunia pada Senin, malam 7 Agustus lalu. Dia alah Herlina Binti Ismail. “Sekarang jamaah kita tinggal 682 karena 1 orang meninggal. Sebelumnya ada juga yang mengundurkan diri karena sakit, tapi masih sempat dilakukan pergantian,” lanjutnya.

Terhadap Herlina Binti Ismail, Sunardin belum bisa memastikan apakah masih bisa dilakukan pergantian sebab waktu pengurusan dokumen sudah tidak memungkinkan lagi. Hanya saja untuk kewenangan itu kata dia ada pada Kakanwil Agama Sultra. “Kita sudah laporkan ada yang meninggal. Kalau mau diganti mungkin bisa tapi sudah pindah ke kloter gabungan, di kloter 19 seat akan kosong karena visa tak mungkin lagi dibatalkan,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Sultra, Wa Masi membenarkan jika seluruh tahapan persiapan telah matang. Terjadi beberapa perubahan dengan pemberangkatan haji tahun lalu. Misalnya, jamaah asal Muna dan Muna Barat yang tadinya berangkat melalui Bandara Haluoleo Kendari kini sudah punya bandara sendiri sehingga bertolak ke Makasar melalui Bandara Sugimanuri. (ely)

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top