Astagfirullah…Enam Bulan, KPA Temukan 37 Kasus HIV/AIDS di Kota Kendari – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Astagfirullah…Enam Bulan, KPA Temukan 37 Kasus HIV/AIDS di Kota Kendari

KENDARIPOS.CPO.ID — Komisi Penanggulangan AIDS Kota Kendari menemukan 37 kasus human immunodeficiency virus (HIV) dan acquired immune deficiency syndrome (AIDS). Rinciannya, HIV sebanyak 26 kasus dan AIDS sekira 11 kasus. Jumlah itu akumulasi temuan sejak Januari hingga Juni 2017 lalu. Sebagian besar pengidapnya masih berusia produktif yakni 20 tahun sampai 49 tahun.

Hal itu diungkapkan Sekretaris KPA Kota Kendari, drg. Rahminingrum. Menurutnya virus HIV dan AIDS itu hidup dalam cairan tubuh manusia. Entah itu melalui darah, sperma, dan air susu ibu menyusui yang mengidap HIV/AIDS dan ditularkan kepada anaknya. “Penularan HIV melalui penggunaan jarum suntik, baik bekas pakai orang lain dan jarum tidak steril. Selain itu menular melalui hubungan seks dengan bukan pasangan sah dan berasal dari ibu bayi melalui proses hamil dan melahirkan atau menyusui,” ujar drg. Rahminingrum, Rabu (9/8/2017).

drg. Rahminingrum yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari menambahkan HIV dapat menular kepada siapa saja jika berperilakunya berisiko. Data Dinas Kesehatan Kota Kendari menunjukkan kelompok risiko tinggi (Risti) terdampak HIV atau AIDS yakni LSL sebanyak 14 kasus, pasangan Risti 10 kasus, wanita pekerja seks sebanyak empat kasus, pelanggan pekerja seks sekira enam kasus dan tiga kasus di sebabkan faktor lain.

Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kasus tersebut, KPA Kota Kendari memberikan pendampingan kepada mereka yang sudah terinfeksi HIV/AIDS agar muncul kesadaran dan tanggung jawab untuk berobat. Selain itu agar pengidap intens mengakses layanan kesehatan sekaligus tidak menularkan kepada orang lain. Langkah selanjutnya bagi populasi berisiko seperti sopir ekspedisi, pelaut, pekerja seks, dan pelanggannya diberi pemahaman dan sosialisasi untuk melakukan pemeriksaan status HIV/AIDS agar bisa terdeteksi.

Langkah berikutnya yakni sosialisasi dengan sasaran orang yang betul-betul bersih dari potensi HIV/AIDS seperti pelajar dan ibu rumah tangga yang memang jauh dari paparan perilaku berisiko. Mereka akan diberi pemahaman agar tertular dengan virus ini. “Saya selaku sekretaris KPA Kota Kendari berharap masyarakat paham bagaimana menghindari penyakit ini. Kalaupun paham jangan melakukan perilaku beresiko. Dan apabila masyarakat yang sudah terinfeksi agar bertanggungjawab dengan kesehatannya,” ungkap Rahminingrum. (m2/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top