Unik ! Sambut HUT RI, Warga Desa Puday di Konawe Gelar Lomba Berburu Tikus – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Konawe

Unik ! Sambut HUT RI, Warga Desa Puday di Konawe Gelar Lomba Berburu Tikus

Warga berburu tikus di Desa Puday Kabupaten Konawe.

KENDARIPOS.CO.ID — Lomba panjat pinang, bola gotong dan gerak jalan indah sudah biasa dilakukan saat memeriahkan hari ulang tahun (HUT) Kemerdekaan. Tapi kalau ada warga menggelar lomba tangkap tikus, itu baru luar biasa dan unik. Hal itulah yang dilakukan warga desa Puday di Konawe menyambut HUT Kemerdekaan tahun ini.

Helson Mandala Putra, Unaaha

Fajar baru saja menyingsing. Kokok ayam juga sudah tidak terdengar. Di ufuk timur, mentari mulai “menyapa” bumi dengan sinarnya yang seperti “menggigit” kulit. Situasi ini dirasakan warga desa Puday Kecamatan Wonggeduku Barat, Kabupaten Konawe, kemarin (8/8). Namun suasana tenang itu tidak berlangsung lama. Sebab, saat matahari mulai merangkak naik, tepatnya sekira pukul 08.00 wita, suasana desa menjadi riuh.

Ternyata, puluhan warga desa sedang menggelar lomba berburu tikus. Sekira 70 warga yang terbagi dalam lima kelompok saling berlomba untuk menangkap tikus sebanyak-banyaknya. Karena syarat untuk menjadi pemenang harus mengumpulkan binatang pengerat yang jadi hama sawah itu paling banyak. Tak hanya itu, panitia lomba juga menyiapkan duit Rp 5.000 bagi warga yang menangkap satu tikus. Ada juga beberapa hadiah hiburan berupa hand sprayer (penyemprot) dan pacul untuk para pemenang.

Begitu perlombaan dimulai dengan isyarat suara sirine, semua kelompok tani Saat lomba dimulai yang ditandai dengan bunyi sirine, peserta yang semuanya petani langsung menyebar mengikuti insting masing-masing, mencari dan menggali lubang tikus. Sebagian membawa pacul, ada juga yang membawa wadah berupa kantong plastik atau kardus kosong untuk menyimpan hasil buruan.

Banyak cara untuk menangkap, ada yang hanya bermodal pacul, menggali semua lubang yang tampak mencurigakan. Ada juga yang menggunakan bom asap dengan bahan dasar belerang, yang dikenal dengan nama bom asap tiran. Mereka mengasapi lubang demi lubang, membuat si tikus keluar dari zona nyaman, dan menangkapnya. Waktu yang diberikan kepada peserta hanya 90 menit untuk mencari tikus sebanyak mungkin. Setelah keringat bercucuran di bawah terik matahari, dan sirine tanda lomba sudah selesai berbunyi, semua kelompok kembali ke lokasi start, menghitung hasil tangkapan. Dalam waktu satu setengah jam, 246 ekor tikus berhasil diamankan.

“Lomba berburu tikus sengaja digelar untuk membantu petani mengurangi hama sawah. Kebetulan ini momentum hari kemerdekaan, sekaligus juga untuk menjaga kekompakan dan persatuan warga desa,” ungkap Syahrudin, Kepala Dinas Pertanian Konawe usai kegiatan, kemarin.
Dinas Pertanian Konawe sengaja menginisiasi acara ini supaya mendorong masyarakat kompak dan rajin membasmi hama tikus. Apalagi, Agustus ini petani akan memasuki musim tanam kedua, dan saluran irigasi akan segera dibuka. Makanya, kalau tidak segera dibasmi, tikus akan menjadi ancaman serius terjadinya gagal panen. Menurut Syahrudin, antisipasi ini sangat penting dilakukan, tak hanya di desa Puday tapi juga seluruh wilayah pertanian Konawe. “Komitmen kita menjaga tradisi Konawe sebagai daerah lumbung beras,” ujarnya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top