Target Jadi Sekolah Sehat, SMA Anggaberi Lakukan IHT – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

Target Jadi Sekolah Sehat, SMA Anggaberi Lakukan IHT

KENDARIPOS.CO.ID — Impian besar yang kini dikejar Ishak Paway. Ia ingin agar sekolah yang ia pimpin bisa sejajar dengan satuan pendidikan di wilayah lain di Sultra. Kepala SMA Anggaberi, Konawe itu mencanangkan tiga konsep komitmen utama yang ia tularkan ke semua tenaga pengajar dan siswa di sekolah yang kini ia pimpin tersebut. Pertama, jadi sekolah sehat, sekolah berdaya saing dan sekolah berbudaya.

Dalam rilis yang dikirim ke Kendari Pos, Ishak menjelaskan detail tentang tiga komitmen utamanya agar membuat sekolah yang ia pimpin bisa kompetitif. “Untuk menuju sekolah sehat misalnya, kami telah dan sedang melakukan komunikasi dan akomodasi internal melalui program budaya bersih,” sebut Ishak. Selain itu, demi mewujudkan komitmen sebagai sekolah sehat, fasilitas dan sarana lingkungan dan UKS disiapkan dengan baik. Seluruh siswa, termasuk tenaga guru dan staf dianjutkan untuk membangun budaya komunikasi dan suasana kerja yang partisipatif serta menciptakan suasana taman yang indah dan nyaman.

Sedangkan untuk mewujudkan impian menjadi sekolah berdaya saing, kata Ishak, pihaknya menjalankan beberapa kebijakan populis, seperti program peningkatan mutu guru dalam proses belajar mengajar (PBM) melalui kegiatan Inhouse Trainning (IHT), pemenuhan standard pembelajaran berbasis kompetensi, tuntas, dan menyenangkan. “Anak-anak (siswa) kami wajibkan untuk mengikuti kegiatan literasi Alquran, pelatihan keterampilan menjahit, budaya dzikir Jumat, dan pengembangan minat dan bakat peserta didik melalui kegiatan ekstrakurikuler,” katanya. Ishak menambahkan, itu semua untuk membangun karakter iman sehingga melahirkan manusia-manusia berdaya saing.

SMA 1 Anggaberi juga berharap agar sekolah itu bisa menjadi salah satu tempat belajar yang berbudaya. Demi mencapai impian tersebutt, Ishak mengaku melaksanakan berbagai program antara lain melalui budaya religious, budaya apresiasi berbasis kenerja dan partisipasi, budaya kemitraan berdasarkan poensi sosial kemasyarakatan, dan budaya prestasi melalui optimalisasi kesadaran kerja warga seluruh warga sekolah setiap hari.

“Kebijakan yang tengah dan sedang berjalan dalam satu bulan terakhir sudah banyak mendapat apresiasi dan respon positif dikalangan masyarakat, orang tua peserta didik, pengawas sekolah, tokoh-tokoh masyarakat, dan sejumlah tamu yang sempat berkunjung dan menyaksikan secara langsung kondisi yang ada di SMAN 1 Anggaberi,” kata Ishak, meyakinkan.(feb)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top