Memprihatinkan ! Kawasan Eks MTQ Kumuh, Kotor, Sampah Berserakan – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Memprihatinkan ! Kawasan Eks MTQ Kumuh, Kotor, Sampah Berserakan

Bangunan di Kawasan Eks MTQ Kendari.

KENDARIPOS.CO.ID — Kawasan eks MTQ tak lagi seindah dulu. Keberadaan rumah adat yang dibangun saat peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-52 Sultra beberapa waktu lalu yang tak kunjung dibongkar membuatnya terlihat kumuh. Kondisinya makin parah saat sore hari, ketika banyak warga berjualan serampangan di tempat itu. Belum lagi banyak sampah berserakan.

Eks MTQ (sekarang menjadi kawasan Tugu Religi,red) dulunya menjadi lokasi bersantai yang adem, kini hanya bikin gerah. Tak ada lagi rasa nyaman jika ingin menikmati suasana sore di tempat itu. Kawasan eks MTQ seolah menjadi tempat yang berbeda sekarang. Kondisi inilah yang disoroti anggota DPRD Sultra. Mereka menilai, perubahan fungsi kawasan eks MTQ telah mengganggu keindahannya. Sebenarnya, para wakil rakyat sudah mengeluarkan rekomendasi agar fungsinya dikembalikan sebagai ruang terbuka hijau seperti saat dikelola Pemerintah Kota Kendari, tapi ternyata belum disahuti.

“Inilah yang kami sayangkan. Kawasan eks MTQ itu harusnya jadi ruang terbuka hijau, bukan wisata kuliner seperti sekarang,” sesal LM Taufan Alam, anggota DPRD Sultra, Selasa (8/8).

Taufan Alam menilai ada yang keliru dipahami pengelola kawasan eks MTQ. Makanya, pihaknya sudah seringkali merekomendasikan agar tempat itu dikembalikan fungsinya menjadi ruang terbuka hijau. Kata dia, sudah banyak warga yang menyampaikan hal itu di DPRD Sultra. “Sudah banyak keluhan masyarakat soal itu,” ujar politisi Demokrat itu.

Saat ini, kawasan eks MTQ memang dikelola Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) dan dijadikan wisata kuliner. Hanya sayangnya, bekas rumah adat yang dibangun saat peringatan HUT Sultra yang rencananya dijadikan tempat berjualan tak dimanfaatkan dengan baik, sehingga merusak pemandangan. Menurut Taufan, Satpol-PP keliru menerjemahkan rekomendasi dewan. “Pedagang kuliner harusnya tak masuk dalam kompleks eks MTQ,” kata Ketua Komisi I DPRD Sultra tersebut.

Lebih jauh dia menjelaskan, pihaknya telah memanggil Satpol-PP dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mempertanyakan sistem kelola eks MTQ. DPRD inigin agar eks MTQ tidak dikelolah oleh pamong praja.
“Pamong praja tidak ada urusan dengan pengelolaan eks MTQ harusnya. Makanya kami keluarkan rekomendasi agar pengelolaannya diserahkan kepada BPKAD. Sekalipun dalam proses perjalanannya tetap melibatkan Satpol-PP sebagai pengawasan,” pintanya.

DPRD telah memutuskan untuk mengembalikan pengelola eks MTQ kepada BPKAD. Namun saat ini ia belum tahu apakah pengelolaannya sudah berganti atau masih dilakukan Satpol-PP. Alasannya, belum mengecek di lapangan apakah rekomendasi tersebut sudah berjalan atau belum. Masih menurut Taufan Alam, selagi pengelolanya masih dilakukan Satpol-PP maka fungsi eks MTQ tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Sebab mereka tidak berkompeten untuk menarik retribusi atau menata lingkungan. Tugas mereka hanya sebatas pada pengamanan dan penegakkan peraturan yang berlaku.

1 of 3

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top