Kasus Dugaan Korupsi Setnov, KPK Periksa Empat Saksi – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Kasus Dugaan Korupsi Setnov, KPK Periksa Empat Saksi

Setya Novanto

KENDARIPOS.CO.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil sejumlah saksi untuk tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov). Selasa (8/8) lembaga antirasuah memeriksa empat dari lima saksi yang mereka panggil. Termasuk di antaranya mantan anggota DPR asal Jawa Timur Rindoko Dahono Wingit. Sedangkan kemenakan Setnov, Irvanto Hendra Pambudi yang juga dipanggil batal diperiksa.

Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah menuturkan, pria yang menduduki posisi dirut PT Murakabi Sejahtera ketika proyek e-KTP bergulir itu tidak hadir ketika dipanggil kemarin. “Kami dapat informasi dari pihak keluarga (Irvanto tidak hadir) karena persoalan kesehatan,” kata pria yang akrab dipanggil Febri itu. Dia memastikan, instasninya bakal menjadwal ulang pemeriksaan Irvanto. Sebab, ada informasi penting yang harus digali.

Sebelumnya, KPK sudah memeriksa Irvanto. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik memeriksa Irvanto untuk memastikan hubungannya dengan Setnov. Juga keterkaitan Setnov dengan Tim Fatmawati yang mengatur proyek e-KTP. Menurut Febri ada informasi baru yang perlu didalami dari Irvanto. “Karena setelah penggeledahan (rumah Irvanto) kami mendapat banyak informasi,” jelasnya.

Selain informasi dari Irvanto, KPK juga mendalami informasi dari saksi lainya. Febri menjelaskan, pemeriksaan saksi terus dilakukan pasca Setnov ditetapkan tersangka. “Dari pemeriksaan saksi yang lain kami juga mendapat tambahan informasi,” jelas pria asal Padang tersebut. Namun demikian, Febri belum bisa menjelaskan secara rinci mengenai informasi tersebut. “Nanti informasi lebih lanjut akan kami sampaikan,” kata dia.

Sementara itu, Rindoko tidak banyak komentar ketika ditanyai awak media pasca pemeriksaan kemarin. Dia hanya menjelaskan bahwa dirinya memenuhi panggilan KPK sebagai warga negara yang baik. “Saya diminta datang sebagai saksi, saya hadir,” ungkap dia. Sebagai mantan anggota DPR, pria kelahiran Surbaya itu tidak menyangkal ketika ditanya soal e-KTP. “Semua tahu kalau proyek e-KTP,” imbuhnya.

Namun demikian, sambung Rindoko, bukan berarti dia paham proyek dengan anggaran Rp 5,9 triulun itu. Menurut dia, proyek tersebut berjalan ketika dirinya masih bertugas di komisi III DPR. “Saya pindah ke komisi II tahun 2012 akhir. Itu barang (proyek e-KTP) sudah selesai semua,” jelasnya. Karena itu, dia tidak paham asal usul serta tahap demi tahap proyek yang sebagian anggaranya menjadi bahan bancakan itu.

Termasuk di antaranya berkaitan dengan aliran dana kepada sejumlah pihak. Rindoko menyatakan bahwa dirinya tidak tahu sama sekali. “Karena 2013 proses (proyek e-KTP) itu sudah selesai semua,” ucap dia menegaskan. Meski kenal dengan Setnov, pria berusia 57 tahun itu pun mengungkapkan, dirinya belum pernah bertemu dengan pejabat yang kini menduduki kursi nomor satu di DPR itu. “Nggak ada urusan sama dia (Setnov),” imbuhnya. (syn/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top