Komitmen Rajiun Tumada Percepat Pembangunan di Mubar, Bangun Pasar hingga Gedung Perkantoran – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Muna Barat

Komitmen Rajiun Tumada Percepat Pembangunan di Mubar, Bangun Pasar hingga Gedung Perkantoran

Rajiun Tumada saat meninjau lokasi pembangunan gedung perkantoran.

Wajah Muna Barat (Mubar) kini berubah drastis. Daerah yang dulunya lebih pantas disebut perkampungan, sekarang sudah hampir sejajar dengan induknya, Kabupaten Muna. Itu semua tak lepas dari kepiawaian Rajiun Tumada, bupati definitif pertama daerah itu.

Yafruddin, Kendari Pos

Warga Mubar memang patut bersyukur memiliki kepala daerah sekaliber LM Rajiun Tumada. Visi membangunnya sangat luar biasa, sehingga tak butuh waktu lama untuk mengubah pecahan kabupaten Muna itu menjadi daerah maju. Tak terlihat lagi, kalau baru mekar tiga tahun lalu. Itu tak lepas dari pesatnya pembangunannya.

Salah satu kejeniusan mantan Kasat Pol PP Sultra itu, dia bisa memahami kebutuhan masyarakatnya. Makanya, tak heran kalau hal pertama yang dilakukannya adalah membangun pusat perekonomian, yakni pasar. Sebab, dia yakin kalau ada pusat ekonomi dan aksesnya bagus, maka kesejahteraan masyarakat cepat terealisasi. “Itulah sebabnya, sejak awal saya selalu memperhatikan perbaikan jalan. Karena kalau jalanan bagus, maka akses masyarakat dalam perekonomian lebih cepat,” ungkap Rajiun, kemarin. Sejauh ini sudah ada beberapa pasar yang dibangun.

Namun, jalan dan pasar yang bagus juga tak akan maksimal tanpa didukung dengan terminal yang memadai. Makanya, setelah pembangunan terminal tipe B di Desa Lagadi Kecamatan Barangka sebagai terminal penyangga, kini Rajiun kembali menggagas terminal induk gabung dengan pasarnya yakni di Kecamatan Sawerigadi.

Pembangunan terminal penyangga di Lagadi, itu sudah action mulai tahun ini dengan besaran anggaran Rp 287 juta. Anggarannya sudah ada dan masuk di APBD-Perubahan. “Terminal penyangga berjalan dan terminal induk kita akan bangun di perbatasan Desa Lumbu Jaya dan Desa kampubalano Kecamatan Sawerigadi. Adapun luas lahannya kurang lebih delapan hektar. Dan di terminal induk ini di sekitarnya ada perkantoran dan juga rumah sakit umum. Dananya dari APBD dan ini akan masuk juga di APBD 2018,” bebernya.

Selain itu, pasangan Achmad Lamani ini menyebutkan kalau disisi lain ada pengusulan untuk penggratisan listrik setiap tahunnya. Hanya saja itu juga tergantung kapasitas daya untuk pemakainya. Kalau ada daya itu maka akan ditindaklajuti. Selain itu soal air minum. Kata LM Rajiun, persoalan air minum itu adalah sangat vital buat kehidupan sehari-hari bagi masyarakat di Mubar. “Soal air kami dapat bantuan dari pemprov dan pemerintah pusat. Hanya saja itu akan dikembalikan di daerah pengurusannya. Makanya harus ada yang memelihara itu,” jelasnya.

Supaya maksimal soal pengelolaan air itu, harus dibentuk dulu perusahaan daerah air minum (PDAM). Termasuk berbagai infrastruktur dasar lainnya. Soal pembangunan perkantoran, Rajiun memang tak mau tergesa. Dia lebih memilih untuk menggunakan kantor kecamatan dulu. Dirinya lebih mengutamakan untuk kepentingan masyarakat luas. Misalnya membangun pasar, terminal dan menata jalan, supaya ekonomi masyarakat meningkat. Rajiun mengaku, sengaja melakukan semua itu supaya kehidupan masyarakat Mubar bisa lebih baik. (b/*)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top