Jaksa Periksa Dua Saksi Dugaan Korupsi Bansos PAUD Dikbud Baubau – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Jaksa Periksa Dua Saksi Dugaan Korupsi Bansos PAUD Dikbud Baubau

Salah seorang tersangka dugaan korupsi Bansos APE PAUD di Baubau, Hairil Anwar (kiri) saat diperiksa jaksa, Abuhar, SH, Senin (7/8). Hairil diperiksa selama empat jam. KAMARUDDIN / KENDARI POS

KENDARIPOS.CO.ID — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra berupaya maksimal menuntaskan berkas penyidikan dugaan korupsi bantuan sosial (Bansos) alat peraga edukatif (APE) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Dikbud Kota Baubau. Jaksa peneliti masih melakukan pendalaman dengan memeriksa saksi-saksi. Bahkan dua tersangka, La Ira dan Hairil Anwar silih berganti menjadi saksi untuk tersangka lainnya. Mereka diperiksa selama tujuh jam.

Senin (7/8/2917), tersangka La Ira hadir sekira pukul 08.00 wita menemui jaksa dan memberikan kesaksiannya untuk berkas penyidikan tersangka Hairil Anwar di salah satu ruangan Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Sultra. La Ira yang hadir mengenakan kemeja batik berwarna gold diperiksa selama tiga jam, pemeriksaan tuntas pukul 11.00 wita.

Pemeriksaan selanjutnya dilakukan terhadap Hairil Anwar. Tersangka yang berbalut kemeja lengan pendek berwarna hitam dipadu celana jeans warna biru mulai pukul 11.00 hingga sore. Dia diperiksa selama empat jam sebagai saksi untuk berkas tersangka La Ira. Usai pemeriksaan, kedua tersangka dikembalikan ke rumah tahanan (Rutan) Kelas II A Kendari.

Kasipenkum Kejati Sultra, Janes Mamangkey, SH membenarkan pemeriksaan kedua tersangka sebagai saksi. Dalam pemeriksaan itu, kedua tersangka saling memberikan kesaksian dan perannya dalam kasus tersebut. “Jadi mereka berdua saling memberikan kesaksiannya, La Ira bersaksi untuk Hairil Anwar dan begitu juga sebaliknya,” ujar Janes Mamangkey di ruang kerjanya, Senin (7/8).

Janes Mamangkey menambahkan pemeriksaan kedua tersangka dilakukan secara bergantian. “Pemeriksaan dilakukan di ruang Pidsus oleh jaksa yang melakukan penyedikan kasus tersebut. Setelah pemeriksaan ini maka berkasnya akan dirampungkan untuk mendukung persyaratan proses pelimpahan berkas ke jaksa penuntut umum (JPU),” ungkap Janes. (kmr/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top