Pengamat : Kalau Mau Menang Mudah di Pilkada, Cagub-Cabup Harus Kompak – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Politik

Pengamat : Kalau Mau Menang Mudah di Pilkada, Cagub-Cabup Harus Kompak

KENDARIPOS.CO.ID — Calon kepala daerah (Kada) harus lebih jeli lagi menyiapkan strategi pemenangan seiring perubahan regulasi pemilihan umum (Pemilu). Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang berlaku saat ini, mengharuskan para kandidat untuk bisa sinergi dengan calon lain. Terutama untuk kandidat gubernur dan calon bupati atau wali kota. Kalau mereka kompak, maka hampir pasti bisa memenangkan Pilkada dengan mudah.

Analisa itu disampaikan Pakar Komunikasi Politik Universitas Halu Oleo (UHO), Dr Muh Najib Husain. Menurut dia, sistem tandem (kompak) seperti ini bisa saja terjadi di pemilihan gubernur (Pilgub) dan Pilkada tiga daerah di Sultra, tahun depan. “Misalnya, Wali Kota Kendari, Ir Asrun akan bekerjasama dengan Bupati Konawe Kerry Konggoasa. Mereka bisa saling mendukung untuk memenangkan Pilkada. Begitu juga Ridwan Bae yang akan menggandeng bupati dari Golkar untuk saling mendukung. Kalau ini terjadi, maka peluang menangnya sangat besar,” ungkap Najib Husain, Minggu (6/8).

Lulusan cumlaude Universitas Gajah Mada (UGM) ini menambahkan, sistem Pilkada serentak memang membuat demokrasi lebih hidup. Dimana calon tidak bisa lagi hanya memikirkan diri sendiri, tapi perlu membuka kran komunikasi dengan calon di daerah. Sinergi seperti ini akan lebih efektif dan efisien serta peluang menangnya besar.

“Kalau timnya kompak, maka sudah pasti tidak sulit untuk mengarahkan dukungan sesuai jagoannya di Pilkada,” ujarnya. Lebih jauh Najib menjelaskan, kemungkinan hanya akan ada tiga pasangan calon (Paslon) di Pilgub Sultra. Hanya saja, bisa saja menjadi dua Paslon kalau ada yang memborong partai politik (Parpol). Kalau itu terjadi, maka dirinya sangat khawatir. “Kalau terjadi head to head sangat rawan konflik. Karena tidak ada kelompok penyeimbang antara dua kandidat yang bersaing,” jelasnya.

Masih menurut Najib, Pilkada serentak 2018 lebih berat dari sebelumnya. Sebab kali ini Pilgub digelar serentak dengan Pilkada di tiga daerah, yakni Pilbup Konawe, Kolaka dan Pilwali Baubau. “Calon gubernur yang bisa merangkul kandidat di tiga daerah, begitu juga sebaliknya, maka peluang menangnya sangat terbuka lebar,” jelasnya.

Bukan hanya kandidat, menurut Najib, Pilkada serentak juga menjadi ujian bagi penyelenggara. Sebab, dengan kondisi seperti ini, mereka harus lebih kerja keras lagi. Tapi dirinya yakin, kalau penyelenggaranya profesional maka tidak mudah menyukseskan hajatan demokrasi tersebut. “Kalau penyelenggara (KPUD beserta jajaran) bekerja sesuai aturan, maka seberat apapun tugasnya pasti sukses,” katanya.

1 of 2

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top