Kapolri Masuk Bursa Cawapres – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Nasional

Kapolri Masuk Bursa Cawapres

Kapolri Tito Karnavian

KENDARIPOS.CO.ID — Masuknya Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam bursa calon wakil presiden (Cawapres) tentu mengejutkan. Namun, yang patut dikhawatirkan adalah Polri ikut terseret untuk digunakan dalam memenangkan salah satu pasangan calon dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Kemungkinan Polri diperalat memang kecil, namun potensi itu tetap ada dalam realitas politik. Apalagi, Polri memiliki mesin yang begitu besar dengan jangkauan yang begitu mengakar. Sehingga, Koprs Bhayangkara sangat menggiurkan di mata politisi. Pengamat Politik Margarito Kamis menuturkan, saat Kapolri menjadi Cawapres tentu saja harus mundur dari jabatannya sebagai pemimpin Polri. Dengan begitu, sulit untuk bisa membawa Polri untuk menguntungkan salah satu calon. ”Bagaimana caranya seperti itu,” tuturnya.

Namun, memang perlu disadari bahwa dalam politik semua bisa terjadi. Polri bisa dibawa arus politik, namun tidak hanya pada Kapolri. Pejabat negara lain juga memiliki potensi untuk membawa sebuah lembaga menguntungkannya dalam pilpres. ”Misalnya, Panglima TNI masuk bursa juga Koprsnya tidak mungkin diam. Seperti itu juga terjadi pada Kapolri,” ujarnya.

Yang juga penting, terkait fenomena perwira tinggi Polri yang mulai dilirik menjadi pemimpin sipil. Dia mengatakan, fenomena tersebut menunjukkan orang-orang yang sukses memimpin di sebuah lembaga negara, sepertinya mulai ditarik-tarik untuk bisa menjadi kepala daerah. ”Entah ditarik partai atau mulai dengan sendirinya ingin memimpin sipil,” jelasnya.

Kondisi tersebut tentu perlu untuk dibaca sebagai mulai tergeraknya para aparat hukum untuk lebih melayani masyarakat kecil. Tapi, tentunya ada berbagai pertimbangan yang perlu disadari. ”Memimpin lembaga yang bersifat komando dan memiliki hirarki tentu berbeda dengan lembaga sipil seperti Pemprov, Pemkot dan Pemkab. Tidak bisa main komando lagi kalau di sipil,” ujarnya.

Sebuah kesuksesan memimpin kepolisian tentu bukan berarti sukses dalam memimpin lembaga institusi sipil. Kondisinya bisa jadi anggaran begitu minim yang kemudian membuat janji-jani tidak terpenuhi. ”Banyak sekali yang tidak bisa ditepati,” paparnya. Sebelumnya, ada partai politik yang menginginkan untuk menyandingkan Kapolri dengan Joko Widodo dalam pilpres 2019. Namun, Kapolri masih lebih tertarik untuk menjadi pengajar. (idr/jpg/jpg)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top