Karya 10 Tahun Nusa dalam Sebuah Buku “Di Depan Selalu Ada Cahaya” – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Sulawesi Tenggara

Karya 10 Tahun Nusa dalam Sebuah Buku “Di Depan Selalu Ada Cahaya”

Nur Alam dan Saleh Lasata

KENDARIPOS.CO.ID — Masa jabatan duet Nur Alam-Saleh Lasata (Nusa) sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra berakhir tahun depan. Karya mereka diberbagai sektor dalam membangun daerah selama 10 tahun akan “abadi” dalam sebuah buku setebal 400 halaman yang diterbitkan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sultra.

Rencananya buku berjudul “Di Depan Selalu Ada Cahaya” akan dilaunching, Senin (7/8). Peluncuran buku itu dikemas sederhana dihadapan para kepala daerah, pimpinan DPRD se-Sultra, anggota DPR RI dan DPD RI. Kepala Balitbangda Sultra, Sukanto Toding mengatakan sebuah buku yang bercerita tentang Nusa mulai dari awal hingga sampai keberhasilan dalam memimpin Sultra. Buku itu melukiskan dan menangkap jejak karya mereka selama membangun daerah selama dua periode.

Menurutnya, penting mengabadikan kiprah NUSA selama memimpin daerah. “Penerbitan buku ini juga adalah keinginan Nur Alam. Mengisahkan sebuah perjalanan dalam membangun daerah,” kata Sukanto saat menjelaskan latar belakang buku itu di aula Balitbangda Sultra.

“Karya Nusa dalam buku ini diceritakan lebih lengkap, progresif dan sistematis. Ada enam sub tema besar, yakni senarai inspirasi di Tenggara Sulawesi, bocah pemimpin yang menjadi gubernur, politik sebagai arena kemanusiaan, layar terkembang bahteramas, the legacy (warisan) of Nur Alam, dan merawat mimpi perekonomian Sultra,” sambung Sukanto Toding.

Buku ini melengkapi buku sebelumnya yang ditulis jurnalis senior Kendari Pos. Kontennya, program Bahteramas memiliki tiga unggulan yakni pemberian dana block grant bagi desa/kelurahan, penyediaan dana pembebasan biaya operasional pendidikan (BOP) dan biaya pengobatan gratis bagi masyarakat kurang mampu. Itu semua adalah menjadi wujud dan komitmen Pemprov Sultra. Selain itu, buku ini juga menceritakan soal kiprah politik Nur Alam muda kala melangkahkan kaki di panggung politik melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Sementara itu, salah seorang penulis buku Nusa, Andi Syahrir menambahkan buku itu digodok selama sekira enam bulan. Itu dilakukan berdasarkan hasil komunikasi dengan Balitbang. Buku yang bukan hanya sebuah feature, tapi sarat ulasan ilmiah. Buku ini menangkap semua kinerja Nusa selama memimpin, bahkan kritikan atas program yang tak terealisasi. “Jadi, buku ini bukan untuk pencitraan. Tapi, buku ilmiah yang juga berlandaskan fakta realita,” ungkap Andi Syahrir.

Untuk memperkuat data dalam menulis, Syahrir mengatakan ada bukti dan narasumber yang kapabel. Termasuk data sekunder, dari pemerintah maupun tulisan diberbagai media. Buku ini akan dicetak sebanyak seribu eksemplar. (wan/c)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top