Terkait Rencana Relokasi di Purirano, Pemkot Mulai Data Warga Tahura – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Metro Kendari

Terkait Rencana Relokasi di Purirano, Pemkot Mulai Data Warga Tahura

Warga Tahura yang akan direlokasi.

KENDARIPOS.CO.ID — Persiapan relokasi warga Punggaloba yang bermukim di kawasan Taman Hutan Rakyat (Tahura) terus dimatangkan. Pemkot Kendari kini sedang dilakukan pendataan warga yang akan mendapatkan kompensasi rumah di Kelurahan Purirano. Untuk memudahkan, Pemkot menetapkan persyaratan bagi warga yang berhak atas rumah yang dibangun dengan dana APBN itu.

Sejumlah persyaratan dibuat untuk memastikan pembagian rumah tepat sasaran. Persyaratan itu diantaranya warga telah bermukim tetap di Puunggaloba hingga tahun 2003, warga dengan pendapatan rendah, bukan PNS, TNI dan anggota Polri aktif. “Jadi yang tidak memenuhi itu maka tidak boleh mendapatkan kompensasi rumah di tempat relokasi,” ujar Yusran Wahyudi, Kepala Bidang Perumahan Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Kendari di ruang kerjanya, Jumat (4/8/2017).

Yusran mengatakan persyaratan tersebut sudah dibahas dan diputuskan bersama dengan unsur satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot lainnya. Tujuannya agar mengeliminir oknum tertentu berpotensi memanfaatkan momen relokasi untuk mendapatkan bantuan rumah. “Jadi yang tinggal disana mulai 2003 ke bawah, sedangkan 2004 ke atas, itu tidak diberikan rumah. Kemudian warga miskin yang pendapatannya di bawah UMR. Itu klasifikasi yang kita tetapkan pada rapat yang lalu,” ungkap Yusran.

Proses pendataan itu akan diupayakan rampung secepatnya. Perihal kapan relokasi dilakukan, menunggu tuntasnya data warga pindah nantinya. “Kalau sudah ada datanya, kita akan hitung berapa yang dapat rumah. Karena bantuan rumah ini akan diberikan juga untuk warga Purirano,” tukas Yusran.

Penetapan syarat yang akan mendapatkan bantuan diputuskan mengacu pada data yang ada sebelumnya. Kala itu, menurut Yusran, warga yang bermukim di sana dahulunya memang petugas jaga hutan. Jumlah mereka sekira 221 orang. “Sehingga diizinkan lah mereka tinggal di Tahura. Tapi bukan menetap, karena tugasnya hanya menjaga kelestarian hutan. 2003 ke atas makin banyak, padahal itu dilarang,” paparnya.

Rencana relokasi memang sudah akan dilakukan sejak 14 tahun silam itu. Hanya saja, sesuai permintaan warga, harus ada rumah sebagai tempat relokasi. “Nah sekarang rumahnya ada, jadi tidak boleh lagi bertahan disana,” pungkasnya. (Alfin)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top