Pengamat : Impor Singkong Tidak Pengaruhi Petani di Sultra – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Ekonomi & Bisnis

Pengamat : Impor Singkong Tidak Pengaruhi Petani di Sultra

KENDARIPOS.CO.ID — Tingginya impor singkong tak mempengaruhi petani di Sultra. Pasalnya, secara lokal singkong hanya dijadikan bahan konsumsi skala kecil dan tidak diproduksi massal untuk memenuhi kebutuhan industri, utamanya produsen ethanol. Dengan kata lain, Sultra bukanlah penyuplai.

Menurut pengamat ekonomi Sultra, Dr Akhmad Firman MSP, dampak impor singkong bagi petani Sultra berbanding terbalik dengan petani penyuplai, utamanya di Lampung yang dipastikan bakal terpengaruh. Ia berharap, kebijakan yang akan dikeluarkan oleh pemerintah pusat terkait tata niaga (impor) singkong dapat memihak petani.

“Andai Sultra memproduksi dan menyuplai singkong secara massal, tentu keadaan jadi makin sulit. Karena petani terancam hilang mata pencaharian akibat merosotnya harga singkong dari petani lokal. Dampaknya, tingkat kemiskinan meningkat. Untungnya ini tidak terjadi,” kata Firman.

Tidak bisa dipungkiri, ada industri yang membutuhkan singkong dalam jumlah besar dan jika tidak mendapat suplai yang cukup dari petani penyuplai otomatis harus mengambil dari luar. Karena jika bahan baku tidak tersedia, maka pabrik terancam tutup. Menurutnya, pemerintah harus membuat kebijakan yang tidak merugikan satu pihak, utamanya kaum kecil.

“Kita negara agraris tapi selalu mengimpor komoditi yang sebenarnya bisa diproduksi sendiri. Ini karena tidak ada perencanaan produksi yang cukup baik,” tambah pria paruh baya. Kendatipun diinstruksikan menanam, namun jika biaya produksi jauh lebih tinggi daripada harga jual maka petani tetap dirugikan. Dalam hal ini pemerintah harus hadir di dalam setiap permasalahan yang dihadapi petani, mereka tidak boleh dibiarkan berjuang sendiri untuk mengatasi masalah.

Ini serupa dengan kebijakan mengimpor garam. Bagaimanapun juga garam adalah kebutuhan mutlak rumah tangga dan industri. Kekosongan stok bakal mempengaruhi harga produk lain yang menggunakan garam sebagai bahan baku. Misalnya, industri industri ikan kering, warung makan dan lainnya. Maka pemerintah pun dituntut untuk serba hati-hati sekaligus bijak dalam mengambil langkah. (feb/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top