Hutan Gundul, Bupati Buton Selatan Marah Besar – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Buton Selatan

Hutan Gundul, Bupati Buton Selatan Marah Besar

KENDARIPOS.CO.ID — erambahan hutan di Buton Selatan (Busel) kian marak. Dari ribuan hektar kawasan hutan yang ada pada beberapa kecamatan, sebagian sudah dirambah. Bahkan, dalam hutan telah ada jalan yang menjadi jalur bagi kendaraan pengangkut kayu hasil pembalakan liar tersebut. Eksploitasi hasil hutan dilakukan terang-terangan dan bebas tanpa pantauan aparat. Kondisi tersebut membuat Bupati Busel, Agus Feisal Hidayat tak dapat menyembunyikan kemarahannya.

“Sekitar 300 hektare kawasan hutan yang ada di Busel telah dirambah. Kayu yang memiliki daya jual tinggi ditebang. Semua dilakukan terang-terangan. Kondisi hutan sudah sangat memprihatinkan. Ini memicu bencana alam,” prihatin Agus Feisal saat ditemui, Kamis (4/8/2017). Ia heran, sebab izin pengelolaan hutan baik berstatus kawasan maupun area peruntukan lain (APL) sudah tidak ada. Namun, faktanya eksploitasi hutan masih saja berlangsung. Ia mencurigai ada oknum-oknum dari instansi teknis yang turut terlibat dengan pengusaha kayu untuk melakukan pembiaran.

“Salah satunya di kawasan hutan Sorawolio perbatasan Busel dan Baubau. Di sana ada aktivitas pembalakan yang dilakukan. Tapi sampai saat ini belum ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Padahal izin Amdalnya belum ada. Sementara kegiatan fisik seperti pembukaan jalan dalam kawasan serta penebangan kayu terus dilakukan, khususnya yang bernilai ekonomis tinggi,” terangnya.

Sebagai kepala daerah, Agus Feisal menegaskan tak akan tinggal diam. “Saya akan bawa persoalan ini ke DPRD untuk kita bicarakan bersama. Saya juga akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi hingga ke pusat untuk membicarakan persoalan hutan Busel yang semakin mengkhawatirkan,” tegasnya.

Agus mengaku telah mengirim surat ke pemerintah provinsi dan pusat untuk menelusuri legalitas izin pengelolaan hutan yang diklaim dimiliki pengusaha. “Jika dari sisi Amdal juga merugikan daerah, maka kita akan persoalkan. Saya akan gugat,” tandasnya. (b/ahi)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top